Cegah Kelangkaan Gas Elpiji Jelang Nyepi dan Lebaran, Polda Bali Pantau Distributor

IMG_20260305_192110
CEK DISTRIBUTOR-Belasan personel Polda Bali dipimpin oleh AKBP I Gusti Agung Purnama Wirahadi, S.T., mengecek distributor gas elpiji PT. Mirah.
DENPASAR -fajarbali.com |Personel Polda Bali yang terlibat dalam Operasi Cipta Kondisi (Ops Cipkon) Agung-2026 terus bekerja guna memastikan stabilitas kebutuhan masyarakat menjelang hari raya keagamaan, Nyepi dan Lebaran. Salah satunya yakni melakukan pengawasan dan pengecekan ke lokasi distributor gas elpiji PT. Mirah di Jalan Sekar Tunjung, Kesiman, Kertalangu, Denpasar Timur. 
 
Pengawasan ini berlangsung pada Kamis 5 Maret 2026, dipimpin oleh AKBP I Gusti Agung Purnama Wirahadi, S.T., dengan melibatkan 16 personel gabungan dari satuan Brimob, Lalu Lintas, Polairud, Samapta, dan Pamobvit.
 
Dalam pengecekan tersebut, personel kepolisian melakukan dialog dengan sekitar 15 karyawan PT. Mirah. Dalam edukasinya, petugas mengingatkan para pekerja agar selalu mengutamakan keselamatan dalam bekerja, khususnya dalam penanganan tabung gas elpiji. 
 
Selain itu, Polisi menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya, seperti kebocoran tabung gas yang dapat memicu kebakaran dan membahayakan keselamatan pekerja maupun masyarakat sekitar.
 
"Petugas juga melakukan pengecekan terhadap ketersediaan dan harga jual gas elpiji," beber Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K. 
 
Dikatakanya, dari hasil pemantauan menunjukkan stok elpiji ukuran 3 kilogram dan 12 kilogram masih dalam kondisi aman dan harga tetap stabil. Gas elpiji 3 kg dijual seharga Rp18.000 per tabung, sementara elpiji 12 kg berada di kisaran Rp215.000 per tabung.
 
"Petugas juga memastikan di PT Mirah tidak ada praktik ilegal seperti pengoplosan gas elpiji yang dapat merugikan masyarakat dan membahayakan keselamatan konsumen," ungkap Kombespol Ariasandy. 
 
Ditegaskanya, bahwa pengawasan distribusi elpiji menjadi salah satu fokus pengamanan menjelang hari raya keagamaan. Menurutnya, kelangkaan gas elpiji dapat berdampak luas bagi kehidupan masyarakat.
 
“Gas elpiji merupakan kebutuhan vital rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Jika sampai terjadi kelangkaan, dampaknya bisa sangat besar, mulai dari terganggunya aktivitas memasak di rumah tangga, terhambatnya usaha kuliner, hingga berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat, terlebih saat momentum hari raya ketika kebutuhan meningkat,” ujarnya.
 
Untuk itu, Polda Bali akan terus melakukan patroli dan pengawasan terhadap jalur distribusi elpiji guna mencegah praktik pengoplosan, maupun penyalahgunaan distribusi yang dapat merugikan masyarakat.
 
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi tindak kriminal terkait distribusi gas elpiji.
 
“Apabila masyarakat mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan atau tindak kriminal lainnya yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, segera laporkan melalui layanan call center Polri di nomor 110. Layanan tersebut dapat diakses selama 24 jam dan tidak dipungut biaya,” tegasnya. R-005 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top