TABANAN - fajarbali.com | Upaya membangun generasi sehat dimulai dari desa. Pemerintah terus menggencarkan edukasi gizi dan pola makan seimbang melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menekan risiko penyakit tidak menular yang kian meningkat, terutama pada anak dan remaja.
Program tersebut disosialisasikan di Desa Kebon Padangan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali, Selasa (17/2), melalui kolaborasi Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris.
Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Charles menegaskan bahwa BGN tidak cukup hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga harus menjadi motor utama edukasi gizi nasional. Ia menekankan pentingnya peran aktif lembaga tersebut dalam melindungi generasi muda dari maraknya konsumsi makanan ultra-proses yang berisiko terhadap kesehatan.
"BGN tidak cukup hanya berperan sebagai regulator. Ia menekankan bahwa lembaga ini harus tampil sebagai motor edukasi gizi nasional sekaligus benteng pertama dalam melindungi generasi muda dari serbuan makanan ultra-proses," ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kasus penyakit tidak menular seperti kanker, stroke, dan gagal ginjal berkaitan erat dengan pola konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih. Karena itu, para orang tua diimbau lebih sigap membimbing anak-anak dalam memilih makanan sehat sesuai panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Charles juga menegaskan komitmen DPR RI untuk memastikan kebijakan gizi tidak berhenti pada tataran regulasi, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dinilai menjadi faktor penting agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.










