Badan Kesbangpol Bali “Goes to School”, Pencegahan Dini Radikalisme, Terorisme, hingga Penyalahgunaan Narkoba 

IMG-20260211-WA0017
Road show Badan Kesbangpol Provinsi Bali di SMAN Bali Mandara, Buleleng, guna mencegah masuknya paham-paham negatif, menekan kriminalitas hingga mencegah penyalahgunaan narkoba, pada Rabu (11/2/2026).

SINGARAJA-fajarbali |Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali menggelar road show ke sekolah-sekolah, sebagai upaya pencegahan dini paham-paham negatif di kalangan generasi muda, khususnya radikalisme, terorisme hingga penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).

Pada Rabu (11/2/2026), Kesbangpol Bali menggelar sosialisasi di SMA Negeri Bali Mandara Jl. Raya Air Sanih, Kubutambahan, Buleleng. Sosialisasi diikuti sekitar 400 murid yang berasal dari SMA Negeri Bali Mandara, SMK Negeri Bali Mandara, SMA Negeri 1 Tejakula, SMA Negeri 2 Tejakula, SMK Negeri 1 Tejakula, SMK Negeri 2 Tejakula, SMA Negeri 1 Sawan, SMK Negeri 1 Sawan, SMA Negeri 1 Kubutambahan, SMK Negeri 1 Kubutambahan, serta SMA Swasta Sidhi Karya.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali Gede Suralaga dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Daerah Wayan Ria Arsika, mengatakan, cita-cita menuju Indonesia Emas tidaklah mudah. Ada berbagai sejumlah hal yang menjadi tantangan.

Karenanya, membutuhkan penguatan kewaspadaan di generasi muda Bali. "Kesbangpol Bali menyadari ini. Bahwa mewujudkan Bali sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan mewujudkan Haluan Bali 100 tahun perlu dipersiapkan dari generasi mudanya khususnya pelajar," kata Ria Arsika.

Road show ke sekolah-sekolah serta tema yang diusung, lanjut Ria Arsika, sangat relevan karena melihat tantangan generasi muda Bali cukup kompleks dari intoleransi, kekerasan anak, bullying atau perundungan, angka bunuh diri yang meningkat serta peredaran narkoba.

Lebih lanjut, kegiatan yang akan terus digencarkan ke seluruh sekolah di Bali ini, merupakan komitmen Pemprov Bali dalam melaksanakan fungsi kewaspadaan dini, pencegahan konflik, serta perlindungan masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman paham radikal, terorisme, dan perilaku kriminal.

"Secara substansial, kegiatan ini sejalan dengan Visi Pembangunan Bali: Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya dalam upaya membangun manusia Bali yang berkarakter, beretika, dan berkepribadian luhur, sebagai fondasi terciptanya Bali yang
aman, damai, dan harmonis," imbuhnya.

BACA JUGA:  ITDC Sumbangkan Hewan Kurban, Sambut IdulAdha 1442H

Masih kata Ria Arsika, dalam nilai Atma Kerthi, manusia diajarkan untuk menjaga kesucian jiwa, pikiran, dan nurani. Pencegahan radikalisme dan
kriminalitas dimulai dari kemampuan generasi muda untuk berpikir
sehat, tidak mudah terprovokasi, serta memiliki keteguhan moral dalam menolak ajakan kekerasan, kebencian, dan tindakan yang bertentangan dengan hukum.

Selanjutnya, Jana Kerthi menekankan pentingnya membangun manusia yang beradab, toleran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. "Radikalisme dan kriminalitas jelas bertentangan dengan nilai tersebut karena merusak persaudaraan," jelasnya.

Oleh karena itu, para pelajar diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang menghormati perbedaan, cinta damai, dan taat hukum.

Dalam konteks Jagat Kerthi, keamanan dan ketertiban sosial merupakan prasyarat utama terciptanya kehidupan bersama yang harmonis. Lingkungan sekolah yang aman, bebas kekerasan, serta bebas dari pengaruh paham ekstrem merupakan bagian penting
dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial kita.

Kesbangpol Bali juga menyoroti pesatnya arus informasi dan media digital, paparan paham radikal dan perilaku kriminal dapat menyasar siapa saja, termasuk pelajar. "Oleh karena itu, melalui kegiatan sosialisasi ini,
kami mendorong para pelajar untuk memiliki sikap kritis, bijak dalam
bermedia sosial, serta berani menolak dan melaporkan segala bentuk
ajakan yang mengarah pada kekerasan dan pelanggaran hukum," harapnya.

"Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai langkah nyata membangun generasi muda Bali yang bersih pikiran, kuat
karakter, dan bertanggung jawab secara sosial, sehingga visi
Nangun Sat Kerthi Loka Bali dapat diwujudkan mulai dari lingkungan sekolah," kata Ria Arsika memungkasi.

Hadir sebagai nara sumber, yakni Satgas Densus 88 AT Polri Wilayah Bali, Adi dengan materi tentang radikalisme dan kriminalitas, Wakil Ketua KPAD Provinsi Bali tentang Pencegahan dan Perlindungan Anak dari Bahaya Kekerasan, Intoleransi, Ektremime dan Radikalisme Intoleransi, serta Koordinator BNN Provinsi Bali Putu Soni memaparkan materi tentang Deteksi Dini Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top