MANGUPURA-fajarbali.com | Di bawah sapuan cahaya pagi Bali yang lembut pada Minggu, 1 Februari 2026, Pulau Dewata menunjukkan sisi magisnya. Meski sempat dibasahi rintik hujan, suasana di Nusa Dua justru terasa kian puitis, tidak sedikit pun menyurutkan antusiasme lebih dari seribu pelari yang berkumpul untuk memulai perjalanan dalam kategori 5K dan 10K.
Founder MStyle Muthia Ruskandar mengatakan, Mobil Run The Island by MStyle hadir bukan sebagai kompetisi atletik konvensional yang kaku. Acara ini menjelma menjadi sebuah pengalaman terkurasi, sebuah panggung di mana setiap pergerakan dilakukan dengan penuh kesadaran dan sarat makna, menjauh dari sekadar mengejar catatan waktu tercepat di papan skor.
"Dukungan penuh datang dari Mobil™, merek pelumas sintetis terkemuka yang dikenal melalui perlindungan mesinnya yang luar biasa. Melalui kolaborasi ini, MStyle memantapkan posisinya sebagai pelopor yang visioner, menjembatani irisan unik antara kesehatan mental, gaya hidup modern, dan industri otomotif yang dinamis," ujar Muthia Ruskandar.
Lebih dari sekadar aktivitas fisik, ajang ini memposisikan lari sebagai ekspresi gaya hidup kelas atas. Mobil Run The Island menciptakan sebuah ruang inklusif di mana performa teknis berpadu manis dengan budaya lokal, dan komunitas hobi bertemu dalam satu intensi yang selaras.
Muthia Ruskandar menyebutkan, di lintasan ini, setiap kilometer bukan untuk dikejar secara ambisius, melainkan untuk dirasakan sedalam mungkin. Keheningan sesaat sebelum bendera start dikibarkan, ritme langkah yang seirama, hingga aliran udara segar Bali yang menyentuh kulit, semuanya dirancang untuk menciptakan "jeda" yang bermakna bagi jiwa.
"Diselenggarakan oleh MStyle sebagai Lifestyle Curation Specialist, perhelatan ini merefleksikan sebuah filosofi luxury tropical state of mind. Nuansa yang dibangun adalah ketenangan yang terkurasi dan kepekaan terhadap lingkungan, memberikan warna baru dalam standar penyelenggaraan acara lari di Indonesia," jelas Muthia Ruskandar.
Kehadiran Renaissance Bali Nusa Dua Resort sebagai Official Hotel Partner semakin memperkuat narasi elegan tersebut. Resort ini menjadi ekstensi alami dari filosofi acara yang mengedepankan keseimbangan; sebuah pengingat bahwa kesejahteraan sejati tidak lahir dari percepatan yang dipaksakan, melainkan dari kesadaran penuh.
Aspek fungsionalitas dan keamanan pun tidak luput dari perhatian saksama. PVR, selaku Official Jersey Partner, menghadirkan desain perangkat lari yang menyatu dengan karakter acara yang modern, ringan, dan berjiwa tropis, memastikan kenyamanan pelari tetap terjaga di tengah kelembapan udara Bali.
Muthia Ruskandar menegaskan, sisi keselamatan menjadi prioritas utama dengan keterlibatan RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah sebagai Official Medical Partner. "Kesiapan medis yang siaga di sepanjang jalur memberikan rasa aman dan tenang bagi peserta, membebaskan mereka untuk sepenuhnya menikmati perjalanan tanpa rasa khawatir," sebutnya.
Semangat kolektif acara ini semakin diperkuat oleh kehadiran RIOT sebagai Community Partner. Energi komunitas yang dibawa memberikan bensin tambahan bagi para peserta, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat di tengah tantangan fisik yang dihadapi sepanjang rute.
Muthia Ruskandar menambahkan, di inti terdalam pengalaman ini, tertanam filosofi "Diversity Beyond Perfection". Ini merupakan perspektif kesehatan mental khas MStyle yang berani menantang definisi kesejahteraan (wellness) yang selama ini sering kali diseragamkan dan dipaksakan oleh standar sosial.
"Filosofi ini menawarkan sudut pandang yang lebih manusiawi yakni bahwa setiap individu memiliki ritmenya sendiri. Di sini, proses diakui sebagai perjalanan yang tidak selalu linear, dan keberanian untuk hadir apa adanya dianggap sebagai bentuk kekuatan yang jauh lebih tinggi daripada kesempurnaan fisik," imbuhnya.
"Diversity Beyond Perfection" menciptakan ruang bagi ketidaksempurnaan untuk bernapas. Ia menghapus tuntutan bagi seseorang untuk selalu tampak kuat atau selalu terlihat baik-baik saja, menjadikan wellness sebagai praktik hidup yang jujur tentang mendengar kebutuhan diri sendiri.
Mobil Run The Island menjadi manifestasi fisik dari pemikiran tersebut. Acara ini bukan tentang siapa yang melesat paling cepat di depan, melainkan tentang bagaimana setiap orang bergerak bersama, menghormati perbedaan kapasitas tubuh, tempo langkah, serta latar belakang cerita masing-masing.
Saat perjalanan ini terungkap di Nusa Dua, peserta diajak untuk melambat dan kembali pada esensi pergerakan. Karena pada akhirnya, baik dalam lari maupun kesehatan mental, makna yang paling murni lahir dari keberanian untuk hadir sepenuhnya dan menikmati setiap detik proses yang ada. (M-001)










