Tangani Abrasi Pantai Monggalan, Bupati Satria Kembali Ajukan Usulan Tanggul ke BWS

IMG-20260201-WA0140
Bupati Klungkung I Made Satria meninjau abrasi di Pantai Monggalan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan.

SEMARAPURA-Fajar Bali, Abrasi di Pesisir Pantai Monggalan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan kian parah diatensi oleh Bupati Klungkung I Made Satria, Minggu (1/2/2026). Bupati yang terjun ke lokasi berjanji akan mengupayakan pembangunan tanggul.

Usai berbincang dengan warga setempat, Bupati Satria memastikan akan menindaklanjuti kondisi tersebut. Yakni secepatnya akan mengajukan pembangunan tanggul ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Walupun sebelumnya Pemkab Klungkung  telah mengusulkan penanganan abrasi ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, kali ini pengajuan akan disertai dengan desain baru yang tidak membahayakan wilayah lainnya.

"Perubahan desain tanggul menyusuaikan dengan kondisi yang terjadi, dengan desain yang tidak menimbulkan dampak abrasi  disekitarnya,” ujar Bupati Satria.

Bupati Satria juga meminta warga yang tinggal di sepadan pantai untuk tetap waspada dan bersabar. “Mohon bersabar kami pemerintah Kabupaten Klungkung segera akan merealisasikan pembangunan tanggul dari BWS dan membantu rumah warga yang terdampak,” harapnya.

Di hari yang sama, Bupati Satria bersama Peduli Yatim Piatu (PYP) Group didampingi Anggota DPRD Klungkung Dapil Dawan I Wayan Mudayana dan Perbekel Kusamba I Nengah Semadi Adnyana menyerahkan bantuan sosial paket sembako kepada warga terdampak abrasi di Desa Kusamba.

Adapun warga yang menerima bantuan yakni I Nengah Kerta Yasa (petani garam) di Banjar Batur, I Nyoman Yasa ( nelayan) Banjar Batur, I Dewa Ayu Ketut Rai (pemindangan) br. Presatria 2, I Nengah Tangking (nelayan) Banjar Pesurungan, I Wayan Suarta (nelayan) Banjar Bias, Ni Nengah Suciati (pemindangan) Banjar Anyar  dan I Ketut Repen (nelayan) Banjar Anyar Desa Kusamba.

Untuk diketahui, abrasi di pesisir Pantai Monggalan makin hari memang semakin parah. Rumah-rumah warga yang beberapa bulan lalu masih utuh, kini hanya tersisa kerangka ataupun puing-puingnya saja. Ada sebanyak 12 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak, dan sekitar 4 KK tidak mempunyai tempat tinggal lain dan saat ini sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman. W-019

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top