Bangun Generasi Tangguh: Mahasiswa KKN IPE Poltekkes Denpasar Gelar Simulasi Gempa dan Edukasi APAR di SDN 3 Panjer

IMG-20260131-WA0003
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Interprofessional Education (IPE) Poltekkes Kemenkes Denpasar menyelenggarakan kegiatan Destana (Desa Tangguh Bencana) di SD Negeri 3 Panjer, Jumat (30/1/2026).

DENPASAR-fajarbali.com | Dalam upaya menanamkan budaya sadar bencana sejak usia dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Interprofessional Education (IPE) Poltekkes Kemenkes Denpasar menyelenggarakan kegiatan Destana (Desa Tangguh Bencana) di SD Negeri 3 Panjer, Jumat (30/1/2026).

Ketua Kelompok/Koordinator KKN IPE Kelurahan Panjer, I Wayan Aditya Pratama, menjelaskan, kegiatan ini merupakan program kerja strategis yang dirancang untuk membekali siswa-siswi sekolah dasar dengan pengetahuan praktis dalam menghadapi situasi darurat, khususnya gempa bumi dan kebakaran.

Edukasi Dini untuk Keselamatan Masa Depan

Latar belakang terpilihnya SDN 3 Panjer sebagai sasaran utama adalah pentingnya memberikan pemahaman mitigasi bencana pada fase "golden age" anak-anak.

Mengingat wilayah Bali secara geografis memiliki aktivitas seismik yang cukup tinggi, membekali siswa dengan kesiapsiagaan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan.

"Kami ingin para siswa tidak hanya tahu secara teori, tapi mampu bereaksi secara tenang dan tepat saat bencana benar-benar terjadi," ujar Aditya sembari menyebut kelompoknya terdiri dari 31 mahasiswa.

Simulasi Gempa: "Drop, Cover, and Hold On"

Kegiatan diawali dengan simulasi gempa bumi. Saat sirine tanda bahaya berbunyi, para siswa dilatih untuk melakukan prosedur keselamatan dasar:

1. Drop (Merunduk).
2. Cover (Berlindung di bawah meja yang kuat).
3. Hold On (Bertahan/berpegangan) hingga guncangan mereda.

Setelah situasi dianggap aman, mahasiswa KKN membimbing siswa melakukan evakuasi menuju titik kumpul dengan tertib, tanpa berlari atau saling mendorong, sembari melindungi kepala menggunakan tas atau tangan.

Demonstrasi APAR: Memadamkan Api dengan Tenang

Selain mitigasi gempa, para siswa juga diperkenalkan dengan alat pemadam api ringan (APAR). Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Denpasar mendemonstrasikan teknik sederhana dan mudah diingat, TATS (Tarik, Arahkan, Tekan, Sapukan) dirancang agar siapa pun bisa mengoperasikan APAR.

BACA JUGA:  Pembukaan HUT Ke-61 RSUP Sanglah Dilaksanakan Secara Sederhana

Edukasi ini bertujuan agar siswa mengenal peralatan keselamatan kebakaran sejak dini dan tidak panik saat melihat percikan api kecil.

Sinergi Lintas Profesi (IPE)

Aditya menambahkan, sebagai bagian dari program Interprofessional Education, kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai jurusan di Lingkungan Poltekkes Kemenkes Denpasar mulai dari Jurusan Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Lingkungan, Gizi, Teknologi Laboratorium Medis, Kesehatan Gigi.

"Pendekatan multidisiplin ini memastikan edukasi yang diberikan komprehensif, mulai dari cara mengevakuasi diri hingga memberikan pertolongan pertama pada luka ringan saat bencana," imbuhnya.

Pihak sekolah mengapresiasi kegiatan ini dengan baik. Sehubungan dengan adanya Destana ini, diharapkan siswa SD N 3 Panjer dapat menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga mereka dalam menyebarluaskan kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top