DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Pandemi virus corona (Covid 19) saat ini telah melanda berbagai negara. Hingga saat ini belum ada vaksin ataupun obat yang terbukti efektif dalam mengobati penyakit tersebut. Badan Kesehatan Dunia atau WHO serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serika atau CDC pun mengeluarkan imbauan mengenai hal yang harus dilakukan dalam mencegah corona jenis baru ini.
Upaya yang bisa dilakukan adalah melakukan berbagai pencegahan, salah satunya adalah mencuci tangan menggunakan sabun atau CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun). Meski pengetahuan masyarakat terkait CTPS terbilang sudah tinggi. Namun sayang, prakteknya justru masih sangat rendah.
"Orang menganggap cuci tangan itu tidak penting. Mereka hanya cuci tangan pakai sabun kalau tangannya kotor, berminyak, bau. Kalau tidak kotor atau bau mereka akan menganggap tangannya bersih. Padahal, sebenarnya kuman dan virus bisa menempel di mana-mana," ujar Seksi Promkes Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ni Kadek Widiastuti, Rabu (13/5/2020) di Denpasar.
Menurut Widiastuti, pada dasarnya perilaku masyarakat terkait kebiasaan CTPS baik di perkotaan maupun desa tidak jauh berbeda. Ia menganggap CTPS tidak menjadi kebiasaan atau norma sosial. Padahal mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu tindakan sanitasi. Dengan membersihkan tangan menggunakan air dan sabun maka hal tersebut dapat memutuskan mata rantai penyebaran kuman maupun bakteri.










