DENPASAR-fajarbali.com | Pusat data dan informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memaparkan, kejadian kanker payudara sebesar 34,3%, kanker serviks sebesar 19,12%, dan kanker ovarium sebesar 7,84%.
Data ini menjelaskan bahwa kejadian kanker payudara paling tinggi di Indonesia, hampir dua kali lipat dari penderita kanker serviks, bahkan lebih dari empat kali lipat dari kanker ovarium. Sekitar 70% kanker payudara, baru terdeteksi setelah di tahap lanjut.
Diperkirakan pula, sekitar 43% kematian akibat kanker dapat dihindari bila pasien rutin melakukan deteksi dini dan menghindari faktor risiko penyebab kanker payudara.
Dalam upaya mendukung program pemerintah untuk menurunkan kejadian kanker payudara melalui pemberdayaan masyarakat dan menunjang kompetensi kader Posyandu dalam pelayanan keseharan reproduksi, dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (PkM).
PkM tersebut mengusung tema ”Upaya deteksi dini kanker payudara melalui bimbingan kader posyandu melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di Kelurahan Serangan Kecamatan Denpasar Selatan”.
Ketua pengabdi Dr. Bdn. Ni Nyoman Budiani, S.Si.T., M.Biomed., bersama 2 orang anggota pengabdi, yaitu Gusti Ayu Marhaeni, SKM., M. Biomed., dan Dr. Sri Rahayu, S.Tr.Keb., S.Kep. Ners., M. Kes., memberikan edukasi tentang kanker payudara dan membimbing seluruh kader Posyandu Kelurahan Serangan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
Dengan kemampuan tersebut, diharapkan kader dapat memberikan informasi tentang kanker payudara dan membimbing cara melakukan Sadari kepada seluruh perempuan disekitarnya, sejak remaja hingga lanjut usia. Kegiatan pengabmas ini melibatkan mahasiswa dari prodi D III Kebidanan, Sarjana Terapan Kebidanan, dan Pendidikan Profesi Bidan.










