Murid SDN 1 Pesinggahan Diedukasi Cegah DBD dengan Video Animasi

IMG-20250829-WA0007
Tim dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Denpasar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) di SD Negeri 1 Pesinggahan, Desa Pesinggahan, Kabupaten Klungkung.

SEMARAPURA-fajarbali.com | Tim dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Denpasar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) di SD Negeri 1 Pesinggahan, Desa Pesinggahan, Kabupaten Klungkung.

Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Video Animasi Perilaku 3M untuk Meningkatkan Pengetahuan dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Anak Usia Sekolah”.

Tim pengabdi yang dipimpin oleh Ni Luh Kompyang Sulisnadewi, M.Kep.,Sp.Kep.An ini melibatkan dosen anggota Ida Erni Sipahutar, S.Kep., Ns., M.Kep dan Ni Made Wedri, M.Kes, serta tiga mahasiswa prodi sarjana terapan keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar. Kegiatan ini merupakan bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi Khususnya Pengabdian masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM).

Menurut Sulisnadewi, Kabupaten Klungkung, khususnya Desa Pesinggahan, termasuk wilayah dengan kasus DBD yang cukup tinggi. Data menunjukkan jumlah kasus emem berdarah di Kabupaten Klungkung hingga Juli 2025 mencapai 543 kasus.

Anak-anak usia sekolah dasar menjadi kelompok rentan karena sering beraktivitas di lingkungan yang memungkinkan adanya perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

“Edukasi pencegahan DBD sangat penting dilakukan sejak dini. Melalui media video animasi, anak-anak bisa lebih mudah memahami dan mengingat pesan kesehatan. Harapannya, mereka bisa menjadi agen kecil pencegahan DBD di lingkungan keluarga maupun sekolah,” Sulisnadewi, belum lama ini.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan beberapa tahapan, yaitu: Pre-test pengetahuan siswa tentang DBD dan perilaku 3M, pemutaran video animasi yang menjelaskan cara mencegah DBD melalui menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, dan mendaur ulang barang bekas. Diskusi dan tanya jawab antara siswa dan tim pengabdi.

Dilanjutkan dengan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa setelah edukasi serta penyusunan rencana tindak lanjut agar siswa dapat menerapkan perilaku 3M di rumah masing-masing.

BACA JUGA:  Antisipasi Rabies, Boehringer Ingelheim Indonesia bersama Distanpangan Bali Sukses Vaksin 1200 Anjing dan Kucing

Selain itu, tim pengabdi juga menyerahkan file video kepada pihak sekolah sebagai bahan ajar tambahan yang dapat digunakan guru secara berkesinambungan. Pengabmas ini mendapatkan sambutan positif dari pihak sekolah.

Sebab segala jenis edukasi sangat tepat menyasar anak-anak usia dini, agar kelak ketika mereka dewasa sudah menjadi kebiasaan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Scroll to Top