Dari Limbah Menjadi Berkah, Inovasi Ekonomi Sirkular di Desa Serangan Bersama Kura Kura Bali

1000302296
Bukan sekadar mengolah sampah, kolaborasi Desa Serangan dan BTID membangun masa depan berkelanjutan.
DENPASAR-fajarbali.com | Di balik keindahan alam dan budaya Bali yang memukau, tersimpan tantangan besar yang telah menahun yaitu pengelolaan sampah plastik. Limbah yang dianggap sepele ini sering kali berakhir di TPA atau, lebih buruk lagi, hanyut ke laut dan merusak ekosistem. Namun, di tengah masalah ini, Desa Adat Serangan dan PT Bali Turtle Island Development (BTID) hadir dengan sebuah solusi inovatif. Mereka tidak anti terhadap plastik, melainkan menciptakan cara pandang baru yang mengubah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

​Inisiatif ini berfokus pada kolaborasi jangka panjang yang telah terjalin sejak 2014. Bermula dari sebuah plastic workshop di Desa Serangan, kerja sama ini terus berkembang hingga melahirkan Angen Bali, pusat pengolahan sampah plastik di bawah binaan PT Nukari Kriya Raya.

"Angen Bali bukanlah sekadar tempat daur ulang biasa. Setiap hari, mereka menerima rata-rata 8 kilogram sampah plastik yang siap untuk diberi kehidupan kedua. Ini adalah bukti nyata bahwa pengelolaan sampah bisa menjadi solusi yang terintegrasi dan berkelanjutan," ujar perwakilan tim produksi Angen Bali, I Gede Agastia.

​Angen Bali bertekad membuktikan bahwa sampah plastik tidak harus selalu menjadi masalah. Mereka mengubah limbah ini menjadi beragam produk kreatif, mulai dari peralatan rumah tangga, hiasan interior, hingga karya seni fungsional. Setiap produk yang dihasilkan bukan hanya bernilai guna, tetapi juga memiliki nilai jual yang tinggi. Lebih dari itu, setiap kreasi adalah representasi dari komitmen terhadap keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top