TABANAN-fajarbali.com | Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, kini menapaki langkah menuju kemandirian ekonomi sesuai dengan visi dan misinya yang diupayakan terwujud dengan pengembangan agrowisata dan ekonomi sirkular.
Melalui Program Desa Binaan (PDB) multitahun dengan pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, desa ini memanfaatkan potensi alam, sumber daya manusia, serta dukungan berbagai pihak untuk mengembangkan sektor pariwisata melalui pembinaan Pokdarwis, meningkatkan nilai jual komoditas pertanian, dan mengelola sampah secara terpadu.
Sesuai dengan hasil pengamatan, diskusi bersama aparat desa, PDB di Batungsel bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat desa binaan yang terdiri dari pemerintah desa, pengelola objek wisata, kelompok petani, PKK, serta muda-mudi.
Perguruan tinggi atau Universitas yang terlibat dalam program ada dua, yaitu Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar dan Universitas Triatmamulya (Untrim).
Tim dosen lintas bidang ilmu dari Unmas antara lain Prof. Dr. I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini, S.S., M.Hum., pemerhati bahasa media untuk promosi wisata yang berperan mengembangkan strategi branding agrowisata, I Gusti Ngurah Made Wiratama, S.Pd., M.Si., dosen teknik lingkungan yang berpengalaman dalam pengelolaan sampah, Prof. Dr. Ni Gusti Agung Gde Eka Martiningsih, M.Si., dosen agribisnis, menggarap aspek pengelolaan wilayah berbasis masyarakat.
Sedangkan Dr. Ni Luh Putu Agustini K., SE., M.M., dari Untrim membantu dalam membina UMKM ekspor juga fokus pada peningkatan daya saing produk lokal untuk pasar global.










