AMLAPURA-fajarbali.com | Ngaben massal gabungan enam dadia warga Sira Arya Gajah Para dan Getas (AGPAG), Angantelu-Gegelang, Kecamatan Manggis, Karangasem, Jumat (4/7/2025), bertempat di Setra Desa Adat Angantelu telah sukses digelar.
Dua sarana pengabenen berupa wadah bade tumpang sembilan dan singa raksasa berwarna merah, menjadi magnet tersendiri. Ribuan warga lokal hingga turis mancanegara tampak menonton, sambil mengabadikan momen pitra yadnya itu.
Menariknya, kedua ikon ngaben, baik bade dan singa dibuat oleh seniman lokal AGPAG. Wadah bade digarap oleh Kadek Erik, sedangkan singa oleh I Komang Warsa. Kedua "arsitek" muda ini bemodal keberanian dan niat yang tulus ngayah demi leluhur yang diupacarai.
Bagi Komang Warsa, merancang petulangan singa jumbo adalah pengalaman pertamanya. Meski sebelumnya ia pernah merangsang ogoh-ogoh dan petulangan gajah mina.
Apalagi Komang Warsa menyadari betul bahwa karyanya ini akan disaksikan banyak mata. Artinya secara tidak langsung, banyak pihak yang menjadi juri dadakan atas karyanya itu. Sebuah pertaruhan yang membutuhkan keberanian, tentunya.
Setelah diberi mandat oleh panitia ngaben massal, Komang Warsa mulai berimajinasi. Hal pertama yang dia pikirkan adalah bagaimana merancang tubuh singa agar proporsional.
"Di rumah, saya pelihara kucing. Saya ambil dan mulai mengukur panjang bagian-bagian tubuhnya sampai ekor untuk mendapatkan gambaran ideal singa yang akan saya dan teman-teman garap," kata Komang Warsa, ditemui di sela pengabenan.










