Dampak Corona, Stok Darah PMI Bali Menipis

DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Beberapa organisasi, instansi, dan perusahaan menunda kegiatan donor darah bagi Donor Darah Sukarela karena adanya imbauan membatasi aktivitas keluar rumah dan larangan menghadirkan orang banyak ditengah wabah virus Corona atau Covid-19.

 

 

Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pencaharian Pelestarian Donor Darah Sularela (P2DDS) sekaligus Humas Unit UTD PMI Provinsi Bali, I Made Geria Arnita mengatakan, saat ini UTD PMI Bali selain mengusahakan donor darah sukarela, juga mengandalkan Donor Darah Pengganti atau pendonor dari keluarga pasien.

 

“Banyak yang menunda kegiatan donor darah karena situasi lagi begini. Padahal pemasukan yang paling banyak sebenarnya dari donor sukarela yang berkelompok itu. Saat ini kami juga banyak mencari donor darah pengganti yakni donor yang berasal dari keluarga pasien,” ujar, Made Geria, Sabtu (4/4/2020).

 

Dalam satu hari, rata-rata terdapat 2 sampai 3 organisasi, instansi ataupun perusahaan yang mengadakan kegiatan donor darah, dengan target 50 hingga 100 kantong per satu kegiatan. 

 

Selain itu ada juga kelompok yang rutin melaksanakan kegiatan donor darah tiga bulan sekali, enam bulan sekali, dan satu tahun sekali. “Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan darah di UTD PMI Bali, 98 persennya berasal dari donor darah sukarela,” tambahnya.

 

Karena kondisi pandemik Covid-19 ini, stok darah yang berasal dari donor darah sukarela jauh menipis. Padahal untuk memenuhi kebutuhan darah di RSUP Sanglah dan rumah sakit swasta yang ada di Denpasar, UTD PMI Bali harus menyediakan 120 sampai 130 kantong per harinya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top