Tingkatkan Produksi Beras Di Bangli Demplot Padi Super Genjah Trisakti Mulai Dikembangkan

BANGLI sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Sampai saat ini Kabupaten Bangli masih belum bisa berswasembada beras. Bahkan, produksi beras dibandingkan dengan penduduk Bangli masih kekurangan 8.000 ton beras per tahunnya. Karena itu, dalam upaya peningkatan hasil produksi padi di Kabupaten Bangli, Pemkab Bangli bekerjasama dengan Yayasan Kedaulan Pangan Nusantara (YKPN) mulai mengembangkan demplot penanaman varietas benih padi super genjah Tri Sakti. Di Kabupaten Bangli, demplot pengembangan benih padi Trisakti disertai sosialisasi pupuk organik tersebut, untuk pertama kali dilakukan di Subak Bangkiang Sidem, desa Bangbang, Tembuku, Bangli, Rabu (11/03/2020).

 

Hadir saat itu, Bupati Bangli I Made Gianyar SH.,M.Hum, Ketua YKPN Pusat, Hj. Soud Aminah, Ketua YKPN Provinsi Bali, I Dw Gede Sidan Putra didampingi Sekretarisnya Ngakan Kutha Parwata, Kadis PKP Bangli, Ir. I Wayan Sarma, Penyuluh Pertanian dan puluhan petani di subak Bangkiang Sidem. Pada kesempatan itu, Bupati Bangli I Made Gianyar menyambut baik dan menilai sangat tepat bantuan yang diberikan dari Yayasan Kedaulatan Pangan Nusantara (YKPN) kepada petani ini. Disampaikan Bupati asal desa Bunutin, Kintamani, Bangli mempunyai potensi  pertanian yang luar biasa seperti padi, jagung, ketela dan lainnya. “kita harus bangga menjadi petani, dan kita harus mengormati petani, karena tanpa petani kita tidak akan bisa memenuhi pangan kita didalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Bangli menyampaikan ungkapan terimakasih kepada YKPN, Pakar Pertanian atas kepeduliannya dengan petani di Kabupaten Bangli sehingga mempercayakan kepada petani di Bangli untuk dipilih menjadi pilot project penanaman varietas padi Genjah Trisakti. “Sesuai dengan spiritnya mandiri dibidang ekonomi, berdaulat dibidang pangan, mudah mudahan dengan bibit padi Tri Sakti ini pangan kita betul-betul bisa berdaulat,” harapnya. Tindak lanjut dari itu, jika demplot di Subak Bangkiang Sidem seluas 1 hektar ini nantinya bisa menghasilan produksi yang memuaskan, kedepan melalui Kadis PKP akan semakin dikembangkan di kabupaten Bangli.

BACA JUGA:  Evaluasi Dan Sempurnakan Program PKK, Bupati Sedana Arta Buka Rakon dan Rakerda PKK Kabupaten Bangli 2021

Sementara Sekretaris YKPN Propinsi Bali Ngakan Kutha Parwata yang juga panitia kegiatan menyampaikan benih padi Trisakti yang dicoba dikembangkan ini sudah melalui uji lab sebagai benih padi unggul. “Dalam pengembangan benih padi ini, perlu juga dilakukan penataan dan manajemen lahan dengan teknologi mikroba. Selain itu, pembinaan kepada petani melalui penyuluh mesti terus kita tingkatkan lagi,” jelasnya.

Menurut dia, keunggulan lain dari varietas benih padi Trisaksi, hanya perlu waktu 75 hari sudah bisa panen. Meski demikian, karena masih uji coba, pengembangan benih padi ini baru dilakukan di dua kecamatan yakni Tembuku seluas 1 hektar dan di kecamatan Bangli seluas 1 hektar. “”Kalau memang kedepan hasilnya memuaskan, sudah barang tentu akan dikembangkan lebih luas ke para petani lainnya di Kabupaten Bangli,” tegas Mantan Ketua DPRD Bangli ini.

Sementara Ketua YKPN Pusat Hj Soud Aminah mengatakan keunggulan bibit padi Trisakti ini dapat meningkatkan produksi. “Dengan benih padi genjah Trisakti ini, bisa menghasilkan sampai 14 ton pertahun dalam 1 hektar,” ungkapnya.  Selain itu, dari tanam sampai panen bibit padi ini waktunya lebih singkat dari bibit-bibit padi lainnya. “Kita memilih Provinsi Bali dan  Kabupaten Bangli untuk dijadikan demplot penanaman bibit padi Trisakti, karena Bali terkenal dengan pengelolaan pertanian yang baik, terutama dibidang irigasinya melalui subak, disamping itu Kabupaten Bangli suhu dan struktur tanah sangat baik untuk bibit padi ini,” jelasnya.

Disisi lain Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli Ir I Wayan Sarma menyambut antusias kegiatan tersebut. Dijelaskan, dari total luas Kabupaten Bangli hanya 5-6 persen merupakan persawahan. Dampaknya, kebutuhan produksi beras masih kekurangan, tetapi pangan masih cukup karena bisa digantikan oleh jagung, ketela dan sebagainya. “Namun jika berbicara beras kita di Bangli masih kurang dibandingkan jumlah penduduk kita. Pertahunnya kita masih kekurangan sekitar 8.000 ton per tahun,” tegasnya. Oleh karena itu, lanjut Sarma, peningkatan produktifitas padi sangat penting dilaksanakan. Salah satunya, bisa dilakukan dengan cara pemilihan varietas yang unggul. “Mudah mudahan dengan adanya denplot varietas padi genjah tri sakti ini Kabupaten Bangli bisa menutupi kekurangan produksi padi yang terjadi selama ini,” pungkasnya. (arw)

BACA JUGA:  RAPBD-Perubahan Bangli 2020 Akhirnya ‘Diketok Palu’ Dengan Sejumlah Catatan

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top