
Kedua terdakwa mengikuti persidangan yang digelar secara virtual
BULELENG-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Masih ingat dengan kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun 2015-2021 yang menjerat Kelian Desa Adat Tista, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng Nyoman Supardi MP dan Bendahara Desa Adat Tista I Kadek Budiasa yang telah ditetapkan dan dilakukan penahanan oleh Kejaksaan Negeri Singaraja sejak 7 Agustus 2024 kini memasuki persidangan dengan agenda tuntutan.
Dalam persidangan yang diketuai oleh Hakim Heriyanti SH, M.Hum, serta Ni Made Oktimandiani SH serta Nelson SH sebagai hakim anggota yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Denpasar yang digelar secara virtual, Senin (9/12/2024) dari pukul 11.30 wita hingga 12.00 wita menuntut Nyoman Supardi MP dengan tuntutan penjara selama lima tahun tiga bulan serta denda sebesar Rp 250 juta rupiah. Sedangkan I Kadek Budiasa dituntut lima tahun penjara dengan denda sebesar Rp 200 juta rupiah.
Persidangan yang digelar tersebut dimana Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Buleleng Nyoman Arif Budiawan, Isnarti Jayaningsih dan Made Juni Artini menuntut terhadap dua tersangka dengan tuntutan tersebut lantaran kedua tersangka dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana Dakwaan Primair melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah dirubah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP.”Keduanya telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana melawan hukum dengan jalan menyalah gunakan anggaran BKK,”ucap Kasi Intel Kejaksanaan Negeri Singaraja I Dewa Gede Baskara Haryasa saat dikonfirmasi seusai pelaksanaan persidangan.










