
International Marine Spatial Planning (MSP) Forum, Jumat (11/10) di Nusa Dua, Bali.
MANGUPURA | Fajar Bali
Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 6th International Marine Spatial Planning (MSP) Forum yang digelar di Nusa Dua, Bali pada 8-11 Oktober 2024.
MSP forum yang diikuti oleh peserta dari 51 negara untuk menentukan komitmen dan mengidentifikasi solusi permasalahan kegiatan lintas sektor dalam penggunaan sumberdaya laut dengan cara yang berkelanjutan.
Forum ini merumuskan tiga hal yakni, restorasi laut, pengembangan ekonomi biru dan perubahan iklim.
Head of National Marine Spatial Planning Division of MMAF Arief Widianto mengatakan, pertemuan itu menghasilkan rekomendasi tematik perlindungan dan restorasi laut terintegrasi dengan mekanisme kelembagaan.
Arief mengatakan pada isu perubahan iklim, ada risiko yang ditimbulkan serta pengaruhnya terhadap perencanaan ruang laut.
“Penataan ruang laut bisa digunakan dalam menghadapi tantangan, selanjutnya ada tindaklanjut kesepakatan,” jelasnya, Jumat (11/10/2024) di Nusa Dua, Bali.
Lebih lanjut dijelaskan, indikasi kendala yang dihadapi dalam isu perubahan iklim itu, disebabkan oleh rendahnya pengetahuan stakeholder terkait dampak dan risiko dari perubahan iklim.
“Belum adanya panduan global dalam mengintegrasikan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dalam perencanaan ruang laut, ini jadi indikasi kendala,” ujarnya.
Rekomendasi yang dimunculkan dari isu climate change adalah dengan meningkatkan literasi pemangku kepentingan dan sumber daya manusia yang ada.










