Puncak Festival Handai Indonesia (FHI) 2024 berlangsung meriah pada Jumat (30/8) di Kuta, Badung, Bali.
MANGUPURA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) terus berkomitmen dalam upaya internasionalisasi bahasa Indonesia melalui berbagai program strategis, salah satunya adalah Festival Handai Indonesia (FHI).
FHI menjadi wadah bagi warga negara asing untuk mengasah kemahiran dan kreativitas mereka dalam menggunakan bahasa Indonesia. Puncak FHI 2024 yang berlangsung meriah pada Jumat (30/8) di Badung, Bali, menandai langkah penting penguatan bahasa Indonesia di masyarakat global.
“Sebagaimana tema FHI 2024 yaitu Rayakan Persahabatan, bagi kami, handai Indonesia adalah para sahabat Indonesia yang dipertemukan untuk merayakan jalinan persahabatan dan diharapkan dapat menjadi agen pengukuh dan penguat kemitraan Indonesia dengan negara asal mereka,” ungkap Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz.
Lebih lanjut, Aminudin juga menyoroti tren positif yang terjadi di luar negeri terkait meningkatnya minat warga negara asing untuk mempelajari bahasa Indonesia pasca penetapan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kesepuluh dalam Sidang Umum UNESCO.
“Secara rutin kami menerima permohonan dari negara mitra yang menginginkan adanya program BIPA di negara mereka,” kata Aminudin.
Tercatat saat ini ada 56 negara yang memiliki program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dengan lebih dari 183 ribu pemelajar aktif. Tak hanya kemampuan berbahasa, FHI juga menjadi momentum untuk mengapresiasi para handai yang memiliki minat untuk memahami peradaban, masyarakat, dan kebudayaan Indonesia lewat aktivitas kompetitif ini.










