Tekan Angka Kecacingan Sejak Usia Dini

Penyuluhan dan edukasi mencegah penyakit kecacingan pada anak-anak SDN 1 Ubud, Gianyar.

GIANYAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com  | Anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) merupakan golongan masyarakat yang sangat diharapkan dapat  tumbuh menjadi sumber daya manusia yang potensial di masa yang akan datang sehingga perlu diperhatikan dan disiapkan untuk dapat tumbuh sempurna baik fisik maupun intelektualnya.

Dari beberapa hasil penelitian menunjukkan, bahwa hubungan infeksi kecacingan dengan usia sekolah merupakan golongan yang sering terkena infeksi kecacingan karena sering berhubungan dengan tanah.

Pada anak-anak yang terkena infeksi kecacingan bisa memberikan dampak yaitu malnutrisi, retardasi intelektual, defisit kognitif, dan edukasional. Infeksi Soil Transmitted Helminthes (STH) dapat berdampak pada kemampuan sekolah, kehadiran dan produktivitas ekonomi masa depan pada anak.

Gejala dan manifestasi klinis pada anak-anak yang terkena infeksi kecacingan berupa malaise yang bisa mempengaruhi kemampuan belajar, serta dapat menyebabkan malnutrisi yang bisa mengganggu pertumbuhan (WHO, 2011).

Prevalensi STH di Bali pada tahun 2004 mencapai 58,3%-96,8% pada anak SD, dimana data diambil pada 13 SD yang berada di kawasan Badung, Denpasar dan Gianyar.

Pemeriksaan yang umumnya dilakukan dalam mendiagnosis infeksi nematoda usus adalah dengan mendeteksi keberadaan telur cacing atau larva pada feses. Berdasarkan pemaparan diatas, maka pemeriksaan sangat penting untuk dilakukan guna mencegah secara dini, sehingga dipandang perlu untuk dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang mengarah pada usaha promotif terhadap penyakit kecacingan. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top