“Penduduk yang besar akan menjadi modal dasar pembangunan yang besar, namun di satu sisi, apabila mereka (mahasiswa) malas, tidak berkualitas, akan bisa menjadi beban pembangunan,” tegas Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VIII Bali, NTB, NTT, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa saat membuka Seminar Nasional “Penguatan Peran Pendidikan Bangkitkan Jiwa Nasionalisme Generasi Muda” yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IKIP PGRI Bali, Jumat (18/5/2018) di Denpasar.
Oleh karena itu, Dasi Astawa berpesan supaya mahasiswa ikut memberi kontribusi agar tidak menjadi beban pembangunan negara. Mahasiswa dituntut mampu membawa perubahan, tidak saja bagi orang lain, namun perubahan harus berdampak positif untuk dirinya sendiri.
Mahasiswa keguruan, kata Dasi mesti berpikir out of the box. Baginya, menjadi lulusan pencari kerja adalah sesuatu yang sulit di masa kini. Sebagai wujud kemandirian, mahasiswa nantinya harus mampu menjadi pencipta lapangan kerja.
Dasi Astawa memberi contoh, indeks daya saing sumber daya manusia (SDM) Singapura nomor dua di dunia dari 141 negara adalah buah pembangunan SDM yang berkualitas. Kemandirian masyarakatnya juga menjadi faktor negara-negara luar dapat berkembang pesat. “Mahasiswa dapat membangun kebersamaan, soliditas, solidaritas dalam membangun negeri jadi maju. Mahasiswa mesti menjadi moncong untuk menjunjung dan mengimplementasikan jiwa nasionalisme di masyarakat. Ini adalah momentum yang tepat untuk mengubah diri,” tegas Dasi Astawa menggebu.










