SINGARAJA – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com I Sekarang ini, pemilahan sampah rumah tangga menjadi salah satu perhatian khusus pemerintah dalam mengurangi sampah plastik. Seperti halnya di Desa Sangsit yang kini mempunyai strategi bagaimana memerangi sampah plastik. Perbekel Desa Sangsit, Putu Arya Suyasa saat ditemui dilokasi pemilahan sampah, Senin (4/4) menyampaikan, dalam pemilahan sampah rumah tangga, pemerintah desa melakukan pembuatan bank sampah melalui Gerakan Bangkit Sangsit Bersih (Gerbangsih) yang bekerja sama dengan Bank Sampah Induk (BSI) Kabupaten Buleleng.
Menurut Suyasa, program yang dibuat sekarang ini sudah berjalan satu bulan dengan membuat stategi dimana aparatur desa, pimpinan LPD, pengurus BumDes, dan kader-kader posyandu dengan membawa sampah plastik sebanyak satu kilo gram setiap pengambilan gaji.”Dalam penerapan dan penanganan terhadap sampah kita sudah jelas melibatkan semua pihak bahkan dalam pengambilan gaji buat para pegawai Bumdes harus membawa sampah rumah tangga. Hal itu dilakukan untuk membangun sebuah kebiasaan dalam melakukan pemeliharaan terhadap sampah plastik di desa kami,”tuturnya.
Selain itu, masyarakat yang mendapatkan bantuan baik BLT, PKH, maupun bantuan-bantuan yang lain serta masyarakat yang mencari administrasi kecuali kesehatan dan pendidikan di Desa Sangsit juga wajib membawa sampah plastik.”Kesehatan dan pendidikan itu sangat penting bagi kesehatan masyarakat. Untuk itu, kita tidak perlu memberikannya persyaratan yang wajib membawa sampah plastik,”ucapnya. Lebih jauh, Suyasa menegaskan, melalui adanya program ini, diharapkan tingkat kesadaran masyarakat dalam menabung sampah di bank sampah Gerbangsih Desa Sangsit semakin bertambah.”Dari kesadaran kita semua dalam menjaga lingkungan nantinya, dimana hal positif itu dapat dinikmati seluruh masyarakat”ujarnya.










