SEMARAPURA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com l Sejumlah wilayah di Kabupaten Klungkung ditimpa bencana banjir dan juga tanah longsor. Peristiwa ini terjadi pasca hujan deras yang berlangsung selama beberapa hari terakhir. Kecamatan Dawan menjadi titik yang paling banyak terdampak. Longsor terparah terjadi di Pura Manik Mas di Dusun Kanginan, Desa Paksebali, Dawan, Kamis (5/8/2021). Dua belas palinggih di pura tersebut rusak berat.
Prajuru Pura Manik Mas, Wayan Jaya menyampaikan, kawasan di sekitar Pura Manik Mas memang sering kali menjadi 'langganan' banjir dan tanah longsor. Namun, di tahun-tahun sebelumnya, dampaknya tidak langsung mengenai bangunan pura. Sehingga peristiwa yang terjadi kemarin, dikatakan paling parah. Menurut Wayan Jaya, banjir dan tanah longsor yang menerjang area pura diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 Wita.
Ketika itu, warga yang bermukim di sekitar pura mendengar bunyi gemuruh. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata 12 dari 15 buah palinggih di pura tersebut sudah rusak berat akibat tertimbun longsor.
"Kalau dulu banjirnya tidak sampai ke area Pura. Tapi sekarang hampir 90 persen palinggih, dari meru, sampai bangunan piasan rusak semua tertimbun longsor," ungkapnya seraya mengatakan piodalan di Pura Manik Mas yang diempon 85 Kepala Keluarga (KK) tersebut dilangsungkan pada Rahina Buda Cemeng Klawu, Rabu (11/8/2021) mendatang.
Melihat kondisi pura yang rusak berat akibat tertimbun bebatuan, pohon dan tanah, Wayan Jaya mengatakan untuk saat ini pihaknya akan fokus terlebih dahulu untuk melakukan bersih-bersih di area pura. Di samping juga akan menggelar rapat terlebih dahulu untuk membahas tindak lanjut dari bencana tersebut.
Selain Pura Manik Mas, sejumlah wilayah di Kecamatan Dawan juga diterjang banjir dan tanah longsor. Diantaranya, empat rumah warga yang terisolasi karena satu-satunya akses menuju rumah mereka yakni berupa jembatan terputus.
"Yang paling parah terjadi di Pura Manik Mas karena tertimbun longsor. Ada juga warga kami yang terisolasi karena jembatan menuju rumahnya putus diterjang banjir," ungkap Perbekel Paksebali, Putu Ariadi seraya berharap pemerintah daerah bisa turun tangan untuk kedua bencana di Dawan tersebut
BACA JUGA :
Tabrak Pembatas Jalan, Mobil Mazda Terbalik
Delapan Atlet Klungkung Berlaga di Ajang PON XX, Bupati Suwirta : Harus Jadi yang Terbaik
Kemudian bertempat di Desa Dawan klod, curah hujan yang tinggi mengakibatkan naiknya air di Tukad mati yang berada di sebelah utara Lapangan Umum Dawan. Aliran sungai tersebut tersumbat potongan kayu yang berada di kebun milik warga sehingga air naik menutupi badan jalan dan masuk ke rumah Warga serta perkantoran.
"Air yang meluber ke jalan maupun masuk ke rumah warga akibat adanya jalur air tersumbat oleh kayu sisa potongan sensor, ranting-ranting pohon, potongan bambu maupun sampah yang ikut tersangkut," ungkap Kapoksek Dawan, Ida Ayu Made Kalpika Sari.
Di Kecamatan Banjarangkan, tepatnya di Dusun Beneng, Desa Getakan juga terjadi pohon tumbang. Begitupula di Desa Aan, Juga terjadi pohon tumbang. Selanjutnya di Kecamatan Klungkung, yakni di Jalan Antosari, Semarapura Tengah juga rusak akibat diterjang banjir. Parkir di Pura Taman Sari, Wilayah Besang Kawan juga jebol. Sedangkan Pura Tirta Celempung juga terendam lumpur. Ada pula tembok milik warga di Semarapura Kaja jebol digerus banjir.
Sementara Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta juga sempat meninjau sejumlah lokasi yang dilanda banjir dan tanah longsor di Kecamatan Dawan. Bupati Suwirta mengimbau warga agar tetap waspada di sepanjang jalan menuju Desa Dawan yang ditutupi lumpur, sampah kayu, dan botol plastik.
Bupati Suwirta juga menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat untuk lebih menyemangati pengelolaan sampah dan jangan dibuang ke got, selokan yang ada aliran air yang menyebabkan tersumbatnya aliran air. "BPBD, Damkar dan PUPR sudah bergerak untuk menyelesaikan permasalahan supaya tidak menganggu akses warga yang mau lewat," ujar Bupati Suwirta.
Pihaknya juga menugaskan BPBD untuk minventarisir dan mengetahui kerugian yang dialami dan menugaskan Perbekel Desa Paksabali membuat RAB untuk perencanaan pembuatan jembatan. "Mudah-mudahan bisa kami bantu dan yang lainnya perlu penanganan lebih kusus lagi," harap Bupati Suwirta. (dia)
Prajuru Pura Manik Mas, Wayan Jaya menyampaikan, kawasan di sekitar Pura Manik Mas memang sering kali menjadi 'langganan' banjir dan tanah longsor. Namun, di tahun-tahun sebelumnya, dampaknya tidak langsung mengenai bangunan pura. Sehingga peristiwa yang terjadi kemarin, dikatakan paling parah. Menurut Wayan Jaya, banjir dan tanah longsor yang menerjang area pura diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 Wita.
Ketika itu, warga yang bermukim di sekitar pura mendengar bunyi gemuruh. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata 12 dari 15 buah palinggih di pura tersebut sudah rusak berat akibat tertimbun longsor.
"Kalau dulu banjirnya tidak sampai ke area Pura. Tapi sekarang hampir 90 persen palinggih, dari meru, sampai bangunan piasan rusak semua tertimbun longsor," ungkapnya seraya mengatakan piodalan di Pura Manik Mas yang diempon 85 Kepala Keluarga (KK) tersebut dilangsungkan pada Rahina Buda Cemeng Klawu, Rabu (11/8/2021) mendatang.
Melihat kondisi pura yang rusak berat akibat tertimbun bebatuan, pohon dan tanah, Wayan Jaya mengatakan untuk saat ini pihaknya akan fokus terlebih dahulu untuk melakukan bersih-bersih di area pura. Di samping juga akan menggelar rapat terlebih dahulu untuk membahas tindak lanjut dari bencana tersebut.
Selain Pura Manik Mas, sejumlah wilayah di Kecamatan Dawan juga diterjang banjir dan tanah longsor. Diantaranya, empat rumah warga yang terisolasi karena satu-satunya akses menuju rumah mereka yakni berupa jembatan terputus.
"Yang paling parah terjadi di Pura Manik Mas karena tertimbun longsor. Ada juga warga kami yang terisolasi karena jembatan menuju rumahnya putus diterjang banjir," ungkap Perbekel Paksebali, Putu Ariadi seraya berharap pemerintah daerah bisa turun tangan untuk kedua bencana di Dawan tersebut
BACA JUGA :
Tabrak Pembatas Jalan, Mobil Mazda Terbalik
Delapan Atlet Klungkung Berlaga di Ajang PON XX, Bupati Suwirta : Harus Jadi yang Terbaik
Kemudian bertempat di Desa Dawan klod, curah hujan yang tinggi mengakibatkan naiknya air di Tukad mati yang berada di sebelah utara Lapangan Umum Dawan. Aliran sungai tersebut tersumbat potongan kayu yang berada di kebun milik warga sehingga air naik menutupi badan jalan dan masuk ke rumah Warga serta perkantoran.
"Air yang meluber ke jalan maupun masuk ke rumah warga akibat adanya jalur air tersumbat oleh kayu sisa potongan sensor, ranting-ranting pohon, potongan bambu maupun sampah yang ikut tersangkut," ungkap Kapoksek Dawan, Ida Ayu Made Kalpika Sari.
Di Kecamatan Banjarangkan, tepatnya di Dusun Beneng, Desa Getakan juga terjadi pohon tumbang. Begitupula di Desa Aan, Juga terjadi pohon tumbang. Selanjutnya di Kecamatan Klungkung, yakni di Jalan Antosari, Semarapura Tengah juga rusak akibat diterjang banjir. Parkir di Pura Taman Sari, Wilayah Besang Kawan juga jebol. Sedangkan Pura Tirta Celempung juga terendam lumpur. Ada pula tembok milik warga di Semarapura Kaja jebol digerus banjir.
Sementara Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta juga sempat meninjau sejumlah lokasi yang dilanda banjir dan tanah longsor di Kecamatan Dawan. Bupati Suwirta mengimbau warga agar tetap waspada di sepanjang jalan menuju Desa Dawan yang ditutupi lumpur, sampah kayu, dan botol plastik.
Bupati Suwirta juga menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat untuk lebih menyemangati pengelolaan sampah dan jangan dibuang ke got, selokan yang ada aliran air yang menyebabkan tersumbatnya aliran air. "BPBD, Damkar dan PUPR sudah bergerak untuk menyelesaikan permasalahan supaya tidak menganggu akses warga yang mau lewat," ujar Bupati Suwirta.
Pihaknya juga menugaskan BPBD untuk minventarisir dan mengetahui kerugian yang dialami dan menugaskan Perbekel Desa Paksabali membuat RAB untuk perencanaan pembuatan jembatan. "Mudah-mudahan bisa kami bantu dan yang lainnya perlu penanganan lebih kusus lagi," harap Bupati Suwirta. (dia)










