5 Cara Efektif agar Tidak Tertular Virus Corona

DENPASAR – fajarbali.com | Hingga saat ini virus corona telah mewabah di berbagai negara dan menelan ribuan korban jiwa. Agar tidak terkena penyakit infeksi yang sedang mewabah ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan coronavirus.



Penyebab dari wabah ini adalah coronavirus jenis baru yang disebut dengan novel coronavirus 2019 (2019-nCoV). Penyakit ini termasuk dalam golongan virus yang sama dengan virus penyebab severe acute respiratory syndrome (SARS) dan Middle-East respiratory syndrome (MERS). Virus ini diperkirakan berasal dari hewan, seperti kelelawar dan ular dan bisa menular dari hewan ke manusia, serta dari manusia ke manusia. Penularan antarmanusia kemungkinan besar melalui percikan dahak saat batuk atau bersin.

 

Ketika terinfeksi virus Corona, seseorang akan mengalami gejala mirip flu, seperti demam, batuk, dan pilek. Namun, beberapa hari setelahnya, orang yang terserang infeksi virus corona bisa mengalami sesak napas akibat infeksi pada paru-paru (pneumonia).

 

Medical Editor dr. Kevin Adrian Djantin mengungkapkan, hingga saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan infeksi virus Corona. Oleh sebab itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau agar masyarakat tidak memandang sepele penyakit ini dan senantiasa melakukan tindakan pencegahan.



 

Kevin mengatakan ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi virus Corona diantaranya :

 

1. Mencuci tangan dengan benar.

Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku.

 

“Jika sulit menemukan air dan sabun, Anda bisa membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Gunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% agar lebih efektif membasmi kuman. Cucilah tangan secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hewan, membuang sampah, serta setelah batuk atau bersin,” ujarnya. 

 

2. Menggunakan masker saat beraktivitas.

Ada dua tipe masker yang bisa digunakan untuk mencegah penularan virus Corona, yaitu masker bedah dan masker N95. Masker bedah atau surgical mask merupakan masker sekali pakai yang umum digunakan. Masker ini mudah ditemukan, harganya terjangkau, dan nyaman dipakai, sehingga banyak orang yang menggunakan masker ini saat beraktivitas sehari-hari.

 

“Meski tidak sepenuhnya efektif mencegah paparan kuman, namun penggunaan masker ini tetap bisa menurunkan risiko penyebaran penyakit infeksi, termasuk infeksi virus Corona,” katanya. 



 

Sedangkan masker N95 adalah jenis masker yang dirancang khusus untuk menyaring partikel berbahaya di udara. “Jenis masker inilah yang sebenarnya lebih direkomendasikan untuk mencegah infeksi virus Corona. Meski demikian, masker ini kurang nyaman untuk dikenakan sehari-hari dan harganya pun relatif mahal,” imbuh Kevin.

 

3. Menjaga daya tahan tubuh.

Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, masyarakat disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak.

 

“Selain itu, rutin berolahraga, tidur yang cukup, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus Corona,” papar Kevin. 

 

4. Tidak pergi ke negara terjangkit.

Tidak hanya Tiongkok, penyakit infeksi virus Corona kini juga sudah mewabah ke beberapa negara lain, seperti Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, India, Amerika Serikat, dan Eropa. Virus Corona juga sudah terkonfirmasi ditemukan di negara-negara tetangga Indonesia, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.



 

“Agar tidak tertular virus ini, Anda disarankan untuk tidak bepergian ke tempat-tempat yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona atau berpotensi menjadi lokasi penyebaran coronavirus,” ujarnya. 

 



5. Tidak mengonsumsi hewan yang berpotensi menularkan coronavirus.

Coronavirus jenis baru diduga kuat berasal dari hewan-hewan tertentu, seperti kelelawar dan ular. Oleh karena itu, hindarilah konsumsi hewan-hewan tersebut.

 

“Jika ingin mengonsumsi daging atau ikan, pastikan daging atau ikan tersebut sudah dicuci dan dimasak hingga benar-benar matang. Hindari mengonsumsi daging mentah atau ikan yang sudah tidak segar atau busuk,” imbuhnya. 

 

Bila mengalami gejala flu, seperti batuk, demam, dan pilek, yang disertai lemas dan sesak napas, terlebih lagi dalam 2 minggu terakhir memiliki riwayat bepergian ke Tiongkok atau negara-negara lain yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona, segeralah periksakan diri ke dokter agar dapat dipastikan penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat. (dar).



 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dampak Corona, Pramuwisata Bali Diharapkan Tetap Layani Wisatawan

Rab Feb 12 , 2020
DENPASAR – fajarbali.com | Merebaknya virus di Wuhan Tiongkok memunculkan isu pramuwisata atau guide di Bali tidak mau menghandel tur wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, baru-baru ini mengatakan, tidak semua wisatawan mancanegara (wisman) yang berlibur ke Bali sakit karena virus corona.  Save as PDF

Berita Lainnya