DENPASAR-fajarbali.com | Paiketan Semeton Agung Jero Kuta merayakan hari jadi ke-21 tahun, pada Rabu (25/3/2206), bertempat di Jero Gede Lanang Pededekan Belong, Kota Denpasar. Puluhan anggota pasemetonan tampak hadir di lokasi dengan suasana penuh kekeluargaan.
Ir. Anak Agung Kartika selaku Kelihan Semeton Agung Jero Kuta, menjelaskan, organisasi ini terdiri dari 713 kepala keluarga yang tersebar di 23 jero wilayah Denpasar, Badung dan Gianyar. "Jika dihitung jumlah per orang pasemetonan kami sekitar 3.500 jiwa. Cukup besar juga," kata Agung Kartika.
Namun yang terpenting, menurut Agung Kartika, bagaimana sekarang meningkatkan kualitas sumber daya pasemetonan sesuai dengan visi besar organisasi, yakni meningkatkan harkat dan martabat Pasemetonan Agung Jero Kuta.
Dalam anggaran dasar/rumah tangga (AD/ART), lanjut dia, organisasi Paiketan Agung Semeton Jero Kuta mengusung visi misi yang sesuai dengan roh Agama Hindu, kearifan lokal Bali, serta setia pada Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Perjalanan para leluhur pun dijadikan fondasi dalam menjalankan seluruh program organisasi. Salah satu bhisama pasemetonan adalah mewajibkan seluruh anggota "ngayah" saat piodalan di Pameraja Kawitan Jero Kuta.
"Makanya kalau piodalan atau wali di Pamerajan Kawitan kami itu penuh dari pagi hingga malam," ujarnya.
Saat ini, masih menurut Agung Kartika, program yang sudah berjalan berupa panca yadnya antar-pasemetonan. Termasuk saat ada anggota yang meninggal dunia, wajib menggelar doa bersama. Selain itu, program sosial juga sudah dijalankan.
Ke depan pihaknya melirik pengembangan sektor ekonomi, misalnya dengan membangun unit koperasi. Untuk urusan politik praktis, Agung Kartika menegaskan organisasi ini tidak berafiliasi dengan partai politik.
Sekalipun ada semeton yang terjun ke dunia politik, itu merupakan ranah personal. Para panglisir memberikan dukungan berupa motovasi agar putra-putri terbaik Semeton Jero Kuta meningkatkan kompetensi diri agar tidak mengecewakan dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
Momentum perayaan ulang tahun ke-21 ini juga ditandai dengan pemberian penghargaan kepada 27 pendiri organisasi yang telah berpulang. Penyerahan penghargaan tersebut pun berlangsung penuh haru. Beberapa orang termasuk Agung Kartika tampak meneteskan air mata mengenang jasa para leluhurnya.
Pada kesempatan yang sama, Panglisir Puri Agung Jero Kuta IGN Jaka Pratidnya, menambahkan, para panglisir telah menanamkan fondasi yang kokoh, sehingga generasi penerus tinggal meneruskan dengan semangat persatuan.
IGN Pratidnya mengakui, menyatukan ribuan orang semeton pasti ada tantangan. Apalagi setiap orang memiliki kesibukan masing-masing. Namun semangat mengamanatkan bhisama mampu menjadi landasan kuat.
"Semoga Paiketan Semeton Agung Jero Kuta makin solid. Yang perlu kita ingat bersama bahwa kita satu kawitan. Itu yang menjadi prinsip," pungkasnya. Turut hadir Panglingsir Puri Agung Denpasar Ida Panglingsir Agung Putra Jambe Pemecutan.










