209 Orang Pasien Covid-19 di Buleleng Dipindah ke Tempat Isoter

(Last Updated On: 21/08/2021)

Buleleng- fajarbali.com | Sebanyak 209 orang pasien Covid-19 di Kabupaten Buleleng yang menjalani isolasi mandiri (isoman) dipindahkan ke tempat isolasi terpusat (Isoter). Pemindahan ini dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Buleleng, Sabtu (14/8/2021) lalu.


Wakil Bupati yang juga Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng I Nyoman Sutjidra saat ditemui usai menjadi pembina dalam Apel Gelar Pasukan Pergeseran Isoman ke Isoter di Lapangan Ngurah Rai menjelaskan pemindahan dilakukan guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Khususnya pada klaster keluarga.

Dengan pengalaman satu bulan penyelenggaraan isoter, membuahkan hasil yang sangat baik. Selama ini, pasien Covid-19 yang menjalani isoter mengalami kesembuhan yang sangat signifikan.

Baca Juga :
209 Orang Pasien Covid-19 di Buleleng Dipindah ke Tempat Isoter
Peringati Hari Jadi Provinsi Bali ke-63 Sutjidra Ajak Masyarakat Bangkit Bersama

“Selama ini pasien yang melakukan isoter tidak ada yang tidak sembuh ataupun mengalami kematian,”jelasnya.

Pergeseran dilakukan juga karena pasien Covid-19 yang menjalani isoman tidak dapat dijamin untuk melakukan isolasi secara disiplin. Sehingga, perlu untuk dipindahkan ke tempat isoter.

Isoter yang dilakukan Buleleng selama ini sudah terbukti dan dijadikan contoh untuk kabupaten/kota lainnya di Bali. Hal ini dikarenakan satu-satunya kabupaten yang bisa memobilisasi sampai 600 pasien lebih di tempat isoter yang ada adalah Buleleng.

Sejauh ini, masih ada 209 pasien dari sembilan kecamatan yang harus dipindahkan ke tempat isoter. Jumlah tersebut masih di bawah ketersediaan tempat tidur yang mencapai 270 buah.

“Kita targetkan hari ini semua isoman digeser ke isoter kabupaten,”ucap Sutjidra.

Sutjidra mengungkapkan pada proses pergeseran isoman ke isoter, Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng melibatkan personil dari TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Pada saat penjemputan, Satgas Penangan Covid-19 sudah menyiapkan dua bus, lima minibus dan didukung dari kendaraan Kodim 1609/Buleleng serta kendaraan dari Polres Buleleng.

“Kita harus selesaikan hari ini. Para personil sudah mulai bergerak. Diperkirakan Pukul 13.00 WITA sudah berada di masing-masing Desa. Dengan ini kemungkinan nanti sore sudah ada kepastian,”ungkap dia.

Seandainya ada salah satu isoman yang menolak untuk digeser ke Isoter, Wakil Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini menambahkan Satgas Penanganan Covid-19 sudah melaksanakan rapat koordinasi bersama aparat desa maupun Desa Adat bahwa ada diskresi tidak semua yang melakukan Isoman digeser ke Isoter. Seperti apa yang sudah dilaporkan bahwa ada ibu yang baru melahirkan terkonfirmasi Covid-19. Itu akan menjadi tanggung jawab desa. 

“Selain itu juga ada pasien yang hidup sebatang kara mungkin kita diskresikan dengan catatan desa dan desa adat betul-betul bertanggung jawab. Ada juga tenaga kesehatan (nakes) yang mengawasi,”tutup Sutjidra. (ags)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tangani OTG, Satgas Covid-19 Buleleng Tidak Lagi Lakukan Isoman Hari Ini 88 Orang Terkonfirmasi Bari, Meninggal 10 Orang

Sab Agu 21 , 2021
Dibaca: 10 (Last Updated On: 21/08/2021)Buleleng- fajarbali.com | Meskipun berbagai usaha yang dilakukan pemerintah dalam memberikan penanganan terhadap Covid 19 yang terjadi namun kasus terkonfirmasi baru hingga kasus kematian sepertinya masih terus terjadi dengan angka yang lumayan tinggi.  Save as PDF

Berita Lainnya