Warga Denpasar Antusias Manfaatkan Layanan Cek Kesehatan Gratis dari Yayasan Jembatan Lintas Kasih

IMG-20260315-WA0003
Yayasan Jembatan Lintas Kasih kembali menggelar kegiatan kemanusiaan melalui program Charity Clinic, pada Minggu, 15 Maret 2026, di Wantilan Padang Indah, Padang Sambian Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar.

DENPASAR-fajarbali.com | Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang terjangkau, Yayasan Jembatan Lintas Kasih kembali menggelar kegiatan kemanusiaan melalui program Charity Clinic, pada Minggu, 15 Maret 2026, di Wantilan Padang Indah, Padang Sambian Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar.

Ketua Yayasan Jembatan Lintas Kasih, Taripar Aritonang menjelaskan, mengatakan, kegiatan ini diadakan sebagai bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang tidak sempat atau malas berobat, serta warga yang mempunyai kendala biaya dalam berobat di wilayah Denpasar Barat dan sekitarnya.

Taripar melanjutkan, Yayasan Jembatan Lintas Kasih merupakan organisasi sosial yang bergerak dibidang pelayanan kemanusiaan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Yayasan ini memiliki komitmen untuk membangun kepedulian lintas komunitas, melalui berbagai program sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, ratusan warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi dokter, pemberian obat-obatan, serta edukasi kesehatan gratis.

"Kegiatan ini lahir dari kepedulian terhadap realitas masih banyak masyarakat yang menunda berobat karena keterbatasan biaya. Kami percaya bahwa kesehatan adalah hak setiap manusia. Melalui Charity Clinic ini, kami ingin menghadirkan harapan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mengajak lebih banyak orang untuk turut terlibat dalam gerakan kemanusiaan,” jelas Taripar.

Charity Clinic kali ini, lanjut Taripar, melibatkan tenaga medis profesional, relawan kemanusiaan, serta berbagai pihak yang memiliki komitmen untuk melayani masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun status sosial. Kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan kepedulian yang mempertemukan para relawan, tenaga medis, dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Taripar menyebutkan, target pasien yang mendapatkan pelayanan kesehatan gratis ini berkisar 150-200 orang. Selain layanan medis, para peserta juga akan mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pencegahan penyakit, pola hidup sehat, serta kesadaran untuk menjaga kesehatan keluarga sejak dini. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat pada saat ini, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan mereka dalam jangka panjang.

BACA JUGA:  World AIDS Day, Hentikan Stigma Negatif Pada ODHA 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pembina Yayasan Jembatan Lintas Kasih, David Siagian mengungkapkan, bahwa yayasan ini tidak ada batasan dalam membantu masyarakat di Bali. Termasuk juga akan merancang program bedah rumah kedepannya.

“Pada intinya kita memulai semuanya dari nol. Tapi dengan semangat dan usaha bersama, kita ingin memberi sebuah kontribusi yang nyata untuk masyarakat Bali. Semoga pemerintah tergerak hatinya untuk mensupport kami,” ungkapnya.

Menurut Tenaga Medis, dr. Kevin, bahwa pasien yang mengikuti layanan kesehatan kali ini rata-rata menderita asam urat dan hipertensi. Hal ini disebabkan dari pola hidup yang kurang sehat, seperti kebanyakan makan yang mengandung berlemak, jeroan dan kacang-kacangan. “Kebanyakan pasien yang hadir kali ini dari kalangan lansia. Namun, banyak juga usia 35 tahun sudah memiliki masalah kesehatan yang serupa,” jelas dr. Kevin.

Yayasan Jembatan Lintas Kasih mengajak masyarakat luas, para dermawan, organisasi sosial, dan tenaga kesehatan untuk bersama-sama mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan ini. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terus menjadi “Jembatan Kasih” yang menghadirkan kepedulian nyata di tengah masyarakat – menghubungkan hati yang ingin menolong dengan mereka yang sedang membutuhkan pertolongan.

Warga sekitar terpantau antusias mengikuti program ini. Sejak dibuka mulai pukul 08.00 WITA, kursi antrean tampak penuh. Layanan ini dimanfaatkan oleh masyarakat segala usia mulai balita hingga lansia. Setelah terlayani, warga juga mendapatkan makanan tambahan bergizi. Warga berharap kegiatan ini terus berlanjut demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top