Wabup Jembrana Ajak Camat dan Perangkat Desa Belajar Kelola Sampah di Surabaya dan Malang

NEGARA-fajarbali.com | Niat besar  Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan untuk menjadikan desa dan kelurahan terbebas dari sampah sehingga desa/kelurahan di Kabupaten Jembrana terlihat bersih asri dan hijau, tampaknya  tidak bisa di tawar-tawar lagi.



Secara bergiliran para camat dan perangkat desa diajak belajar ke Propinsi Jawa Timur di Kota Surabaya dan Kota Malang, Senin (26/2/2018) –Selasa (27/2/2018). Hasil dari belajar tentang tata kelola sampah dan kebersihan tersebut, harus dapat diaplikasikan melalui Program Jembrana Jegog (Jembrana Go Green).

Selama empat hari, mulai tanggal 25 hingga 28 Februari, sekitar 100 orang diberangkatkan yang melibatkan dari Kelian Dinas atau Kepala Lingkungan , BPD, LPM, Perbekel/Lurah termasuk camat yang ada di dua kecamatan yakni Kecamatan Mendoyo dan Kecamatan Negara. Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan juga turun hadir sekaligus memimpin keberangkatan para aparat desa tersebut.



Di Kota Surabaya, sempat  berkunjung kedua yakni, Kecamatan Jambangan dan kecamatan Wonocolo Pemkot Surabaya. Rombongan dari Jembrana disambut oleh Camat Jambangan, Anna Fajriatin dan Camat Wonocolo, Deny Ct. Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan  ketika tiba disambut dan sekaligus mendapat kalungan bunga dari ibu-ibu PKK setempat yang juga penggerak program kampung bersih diwilayah tersebut.

Di dua lokasi itu. selain diajak untuk melihat langsung kondisi yang ada di setiap kampung yang telah tertata rapi, dengan beragam tanaman hias di sepanjang gang, Wabup Kembang juga sempat diajak untuk melihat para ibu-ibu PKK terkait dengan keberadaan Bank-Bank sampah.

“Ini rutin kami lakukan. Ibu-ibu PKK telah terbiasa dalam mengolah dan memilah sampah. Kalau dilihat dari volume sampah yang ada, sebanyak 70 persen merupakan sampah organic sedangkan 30 persennya adalah sampah anorganik. Untuk sampah  organik kita langsung beli melalui bank sampah, sedangkan sampah anorganik dikumpulkan dan diolah setiap warga dengan berbekal composter, “ujanya.




Sementara ketika berkunjung di Kampung Gelintung Kecamatan Blimbing Pemerintah Kota Malang, sempat dibuat terkagum-kagum. Pasalnya, kampung yang dipimpin oleh kepala RW H. Bambang Irianto merupakan kampung yang telah dinobatkan sebagai kampung sangat layak dijadikan pilot projek kunjungan baik dari pemerintah kabupaten kota di Indonesia termasuk Mancanegara. Kampung ini sebelumnya merupakan daerah yang sangat kumuh bahkan terisolir lantaran kerap disepanjang jalan itu digenangi air saat musim hujan.

“Itu yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Untuk merubah mindset masyarakat, seorang pemimpin harus menjadi contoh. Masyarakat kami dulu sering menganggap saya sebagai kepala RW gila. Namun kemauan saya untuk mewujudkan kampung ini menjadi kampung wisata tidak boleh ditawar,”  ujar H. Bambang Irianto.




Agar kampung wisata menjadi kenyataan, kata Irwanto, uang tidak menjadikan jaminan, “Sekarang ini yang terpenting kemauan dan partisipasi dari masyarakat itu sendiri. Saat itu saya terapkan aturan. Setiap warga yang berurusan dengan RW saya perintahkan untuk menanam pohon. Segala urusan masyarakat pasti berurusan juga dengan kepala RW. Hal itu kami terapkan, ternyata menjadi senjata yang sangat ampuh untuk membuat kesadaran dan partisipasi masyarakat. Hasilnya, kampung kami ternyata menjadi sentral perhatian baik dari pemerintah pusat termasuk Mancanegara. Bahkan, setiap hari kampung ini tidak pernah sepi di kunjungi, “pungkasnya. (prm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Belajar Kiat Pengelolaan Pariwisata, Tiga DPRD Kunjungi Dewan Badung

Rab Feb 28 , 2018
MANGUPURA-fajarbali.com | Guna belajar kiat-kiat pengelolaan pariwisata, tiga DPRD yakni DPRD Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah dan Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara mengunjungi Kabupaten Badung, Rabu (28/2/2018).