UMKM Kuliner “Food Truck” Menjanjikan di Masa Pandemi

DENPASAR-fajarbali.com | Pandemi Covid-19 berdampak serius pada banyak sektor, tak terkecuali sektor pangan. Selain pariwisata, usaha yang terdampak pandemi adalah mereka yang berjualan produk pangan olahan secara offline, baik pedagang retail maupun pedagang makanan jajanan (street foods). Dengan diterapkannya “new normal”, semua sektor diminta untuk siap bergerak, tidak terkecuali bagi mereka pelaku usaha di bidang makanan jajanan. Angin segar ini tentu harus dioptimalkan sebaik mungkin.

Beberapa kepala daerah telah mengambil kebijakan, seperti membatasi jumlah pedagang yang boleh berjualan, menjadwalkan pedagang untuk berjualan secara bergantian dan lain sebagainya. Hal ini ternyata belum dirasa puas oleh banyak pedagang makanan, sehingga masih banyak pedagang yang tidak taat aturan. Selain itu, animo masyarakat untuk mengkonsumsi makanan siap saji semakin tinggi, namun masih banyak masyarakat yang berdesak-desakan dan tidak mentaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

  Untuk menanggulangi persoalan tersebut, berbagai alternatif telah diusulkan terutama dalam menyiapkan dan menjual makanan jalanan. Inovasi di bidang teknologi pangan yang semakin banyak digandrungi oleh pedagang adalah berjualan menggunakan truk yang dikenal dengan istilah “food truck“. Food truck merupakan kendaraan besar dilengkapi peralatan yang digunakan dalam menyiapkan, memproduksi, hingga menjual makanan. Trend berjualan dengan teknik food truck diketahui lebih efektif dan efisien dibandingkan teknik konvensional, tidak terkecuali di masa pandemi ini.

  Ketua Komunitas food truck Bali, I Komang Sugiantara Putra mengatakan, usaha food truck banyak diminati karena mempunyai keunggulan seperti konsep menjemput bola yang mempunyai mobilitas tinggi yang dapat memperluas pangsa pasar. Disamping itu, berjualan menggunakan food truck juga membutuhkan biaya relatif lebih rendah, waktu berjualan lebih fleksibel hingga pemasaran lebih mudah menggunakan berbagai macam platform digital. “Hal inilah yang menjadikan bisnis food truck menjadi alternatif baik selama masa pandemi maupun setelah pandemi berakhir,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (30/10) disela-sela kegiatan D’youth Festival di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar.

  Menurut Sugiantara, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan oleh pengusaha pemula dalam memulai berwirusaha food truck. Paling penting adalah kekhasan dan inovasi baik pada produk, desain kemasan maupun truck yang digunakan. Banyak pengusaha yang gulung tikar karena tidak memproduksi produk pangan yang memiliki ciri khas tersendiri, hanya ikut-ikutan. Truk yang digunakan juga mengikuti trend yang sudah ada, padahal kompetitor pada bisnis ini sangat menjamur.

  “Sering saya tekankan pada komunitas maupun maupun anggota baru yang memulai merintis usaha, silahkan adopsi ide teknologi dari luar namun jangan hanya direplikasi. Inovasikan produk yang kita produksi dengan mensubstitusi bahkan kalau bisa menganti bahan utamanya dengan pangan lokal dengan sentuhan modern. Angkat budaya lokal kita pada produk tersebut, dikemas secara inovatif dan gunakan sosial media dalam pemasarannya,” ungkapnya dihadapan awak media.

  Ia menambahkan, berjualan dengan metode food truck memang menjanjikan, terutama bagi pengusaha pemula. Semakin banyak kompetitor dalam usaha yang dijalani, menandakan market dari produk semakin besar. Usaha yang sehat ditandai dengan persaingan inovasi dan ide yang kuat. “Jangan takut dengan persaingan, yang terpenting ciptakan ciri khas dari produk yang kita jual, konsep ide dengan baik, tentukan market, jalani dengan sungguh-sunguh, terapkan protokol kesehatan sebaik mungkin, berdoa dan jangan berhenti untuk belajar,” pungkasnya. (dha)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pasek Suardika Resmi Jabat Ketum PKN

Ming Okt 31 , 2021
DENPASAR-fajarbali.com | Setelah menyatakan diri mundur dari Partai Hanura, politisi gaek asal Bali Gede Pasek Suardika (GPS) bergabung dengan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). Tak tanggung-tanggung, Pasek diplot sebagai Ketua Umum PKN.  Save as PDF

Berita Lainnya