Uang Jarahan Berbasis Online

(Last Updated On: )

Stedi Adnyana Christian

 

Oleh: Stedi Adnyana Christian

Dalam masa pandemi di Indonesia sejak 3 tahun terakhir ini, hal untuk mencari uang semakin susah, dimana sebagian besar mata pencaharian masyarakat mulai berkurang dan hilangnya pemasukan bahkan pendapatan terus menurun hingga jangka waktu yang tidak dapat di pastikan.

Kepastian untuk mendapatkan anggaran maupun omset di masyarakat sekarang ini mempunyai potensi besar untuk menjatuhkan kualitas ekonomi Indonesia, mengingat bangsa ini masih berkembang dan membutuhkan support layanan terpadu dan terencana di setiap sektor ekonomi di semua tingkatan masyarakat.

Masyarakat saat ini mulai berusaha mencari peluang untuk memenuhi dan meningkatkan kualitas hidupnya dalam sektor ekonomi. Peluang-peluang tersebut, salah satunya mencari pekerjaan dan meraup uang melalui jaringan online.

Sistem online untuk mencari uang ini sebenarnya sudah cukup lama berkembang di masyarakat tetapi tidak semua orang tahu dan belum ada edukasi yang benar di setiap kalangan individu tersebut.

Dalam hal ini, banyak individu yang sudah mengenal dan mengerti, terus mencoba meningkatkan potensi ini untuk meraup uang sebanyak banyaknya, dimana dalam 3 tahun terakhir konsidi di berbagai sektor perdagangan maupun transaksi dengan online lebih mendominasi.

Dominasi di sistem inilah yang membuat transaksi lebih terkesan aman dan mudah untuk bekerja mencari uang. Kondisi ini banyak di manfaatkan beberapa kalangan yang tidak “bersih” untuk menggali dan menjarah uang secara online.

Pada dasarnya system yang di pakai kalangan individu tersebut tidak jauh berbeda dengan sistem “money laundry”. Istilah ini dalam terjemahan Bahasa Indonesia adalah aktivitas pencucian uang. Hanya saja, dengan jaringan online ini tidak mudah untuk mengetahuinya.

Biasanya sistem ini mempunyai teknik marketing tersendiri atau individu yang melakukannya melalui metode “money trading”. Hal ini sampai sekarang masih dalam pembelajaran atau penyidikan lebih lanjut karena tidak semua melakukan hal sama atau hal yang merugikan terhadap masyarakat.

Berbagai masyarakat yang sudah mengetahui hal ini masih cukup banyak dirugikan oleh karena kurangnya edukasi dan landasan hukum yang benar. Tetapi sebagian orang mengambil cara lain untuk mencari keuntungan yang bisa mereka raih secara wajar dan benar, salah satunya dengan transaksi dagang atau jual beli barang secara online.

Kembali mengenai kasus money online diatas ini, setiap individu yang mendapat uang dari hasil kejahatan, tidak mudah terditeksi karena beberapa kalangan melakukan terobosan dan promosi yang terkesan baik, sehingga jaringan penipuan ini hampir jarang diketahui oleh masyarakat umum. Sumber-sumber uang kotor tersebut salah satunya juga melalui judi online berbasis game yang bisa di akses oleh berbagai kalangan usia di masyarakat. Jika uang kotor tersebut sudah diraih biasanya akan digunakan untuk mencari dan membeli kebutuhan barang mewah ataupun hal-hal lainnya.

Istilah “money laundering” pertama kali muncul pada tahun 1920-an ketika para Mafia di Amerika Serikat mengakuisisi atau membeli usaha/bisnis jasa Laundromats (mesin pencuci otomatis). Kala itu anggota Mafioso telah memperoleh penghasilan uang dalam jumlah besar dari kegiatan ilegal seperti pemerasan, prostitusi, perjudian dan penyelundupan dan penjualan minuman beralkohol serta perdagangan narkotika. Mereka menginginkan agar uang yang mereka peroleh tersebut terlihat sebagai uang yang sah (legal). Para mafia ini kemudian membeli perusahaan yang sah dan resmi sebagai salah satu strateginya dengan menggabungkan uang haram hasil kejahatan tersebut dengan uang yang diperoleh secara sah dari kegiatan usaha mesin pencucian otomatis (Laundromats) tersebut untuk menutupi sumber dananya agar seolah-olah berasal dari sumber yang sah. Alasan pemilihan dan pemanfaatan usaha laundromats karena sejalan dengan hasil kegiatan usaha laundromats yaitu dengan menggunakan uang tunai (cash).

Uang cash yang bisa di peroleh saat ini semakin sulit untuk dilipatgandakan, oleh karena itu melalui strategi perbankan uang yang di peroleh lewat online lebih banyak dipakai dan di proses seperti trading yang dapat berputar dengan teknik tertentu sehingga menghasilkan “profit” atau keuntungan yang bisa tidak terbatas.

Melalui strategi inilah kalangan “businessman” atau pelaku usaha atau lebih dikenal sebagai kalangan berduit memilih untuk meraih keuntungan dari segi bisnis sebuah usaha, seperti perusahaan dengan sebanyak- banyaknya. Di berbagai kalangan tersebut juga ada yang menyalahgunakan kondisi dengan berbagai cara yang jahat untuk menyimpan, menarik atau menggunakan uang orang lain tanpa diketahui.

Kegiatan pencucian uang umumnya dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin memperoleh kekayaan melalui hasil usaha illegal sehingga seakan-akan terlihat sah, misalnya korupsi, penyuapan, terorisme, narkotika, prostitusi, kejahatan perbankan, penyelundupan, perdagangan manusia, penculikan, perjudian, kejahatan perpajakan, illegal logging dan aneka kejahatan lainnya.

Dari hal ini, kita bisa tahu bahwa bisnis online ataupun “trading” penukaran uang jual beli saham atau mata uang asing maupun yang berbasis investasi, telah meningkat pesat dan potensi keuntungan sebagai pengganti pekerjaan kantoran semakin mudah dan cepat.   

Oleh karena itu, semakin maraknya kekuatan dari money online tersebut perlu di lakukan edukasi terhadap msyarakat secara berkala dan terarah supaya melalui hal ini akan mengurangi potensi terjadinya kerugian atau keresahan di mata masyarakat yang mau untuk mencoba mencari pekerjaan secara online yang wajar dan tepat sasaran sesuai aturan pemerintah. 

Sebagai kilasan akhir ini kita perlu tanamkan rasa percaya diri, tidak mudah tergiur dengan keuntungan besar serta sikap sadar diri akan potensi dan terus berusaha memproleh hasil yang baik. 

Next Post

Fakultas Kedokteran Hewan Unud gelar UVEA 2022

Jum Agu 26 , 2022
(Last Updated On: ) Kegiatan Udayana Veterinary Activities di Gedung Nusantara Agrokompleks, Denpasar   DENPASAR –  fajarbali.com | Udayana Veterinary Activities atau yang biasa dikenal dengan UVeA Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana di Gedung Nusantara Agrokompleks, Universitas Udayana, Denpasar, mulai Kamis (18/08/2022). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari hingga Jumat […]
UVEA-efc3eb7c

Berita Lainnya