Terus Bertambah, Jumlah Korban Tewas Kebakaran Gas Elpiji 7 Orang

Luka Bakar 57,5 Persen

(Last Updated On: )

Ilustrasi tewasnya karyawan gas elpiji. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Bak menghitung jari, karyawan yang tewas pasca kebakaran Gudang Gas LPG di Jalan Cargo Taman I, Banjar Uma Sari, Ubung Kaja, Denpasar Utara, kembali bertambah. Saat ini jadi 7 orang. Korban ke 7 bernama Katiran (61). 
 
Korban tidak dirawat di RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah, tapi di RSUD Wangaya Denpasar sejak 9 juni 2024. Menurut dokter yang menangani di rumah sakit tersebut dr. Edi Wirawan, korban menderita luka bakar derajat II 57,5 persen.
 
“Luka korban kena bagian muka dan  jalan nafas, leher, kedua tangan dan kaki,” beber Edi, Kamis 13 Juni 2024. 
 
Nahas, nyawa pria asal Tembok Rejo, Banyuwangi, Jawa Timur itu tak tertolong dan dinyatakan meninggal pada Rabu 12 Juni 2024 sekitar pukul 06.16 Wita. 
 
Diketahui, korban ke 6 bernama Yoga Wahyu Pratama. Pria berusia 24 tahun ini diketahui meninggal pada Rabu 12 Juni 2024. Yoga meninggal dunia pada Rabu 12 Juni 2024 sekitar pukul 17.20 Wita. 
 
Yoga mengalami tingkat luka bakar sebesar 81 persen. Dia sempat menjalani perawatan di RS Surya Husadha, Ubung. Namun karena kondisinya kritis, Yoga dirujuk ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah dan ditempatkan di Burn Unit. 
Tapi selama di rawat di RSUP, kondisi Yoga makin memburuk akibat luka bakar yang dideritanya. Apa mau dikata, nyawa Yoga tak tertolong hingga akhirnya dokter menyatakan meninggal dunia. 
 
Diberitakan sebelumnya, ada lima korban jiwa akibat kebakaran Gudang Gas LPG milik pria bernama Sukojin. Mereka adalah Purwanto (43) meninggal pada Senin 10 Juni 2024 sekitar pukul 13.45 Wita. Edy Herwanto (43) meninggal pada Senin 10 Juni 2024 sekitar pukul 02.00 wita dan Yudis Aldyanto (33) pada Selasa 11 Juni 2024 sekitar pukul 03.10 Wita. 
Petrus Jewarut alias Ernus (31) meninggal pada Selasa 11 Juni 2024 sekitar pukul 21.30 Wita, serta Robiaprianus Amput (23) meninggal pada Rabu 12 Juni 2024 sekitar pukul 10.30 Wita. 
 
Sementara itu, masih ada 11 korban lagi yang masih menjalani perawatan intensif di Burn Unit RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah. Mereka adalah Ahmad Tamyis (25) dengan luka bakar grade II AB 72 persen (Dipakaikan ventilator). 
 
Didik Suryanto (49) dengan luka bakar grade II AB 84 persen (ventilator); Mohamad Sofyan (27) dengan luka bakar grade II AB-III 84 persen (ventilator); Yolla Aldy Zulyanto (25) dengan luka bakar grade II AB 45,5 persen (spontan/belum pakai ventilator).
 
Kemudian, Eko Budi Santoso (37)
dengan luka bakar grade II AB-III  80 persen (spontan). Yoga Wahyu Pratama (24) dengan luka bakar grade II AB – III 81 persen (ventilator); M Umar Efendi, 33, dengan luka bakar grade II AB – III 71 persen (ventilator); Dicky Panca Ramadhani, 19, dengan luka bakar grade II AB – III 73 persen (ventilator).  Suherminiadi (47) luka bakar IIAB-III 30 persen (Ventilator).
 
Lanjut, Muqhis Bayudi (29) luka bakar grade IIAB-III  (Ventilator). Danu Sembara (36) luka bakar grade IIAB – III 79 persen (Ventilator), serta Wiri Sumardi, 35, dengan luka bakar 80 persen, yang dirujuk dari RSD Mangusada Kapal. R-005 
 

Next Post

BNPT Bersama FKPT Bali Ajak Perempuan dan Anak Lawan Radikalisme dan Terorisme

Kam Jun 13 , 2024
(Last Updated On: ) Direktur BNPT dan jajaran FKPT Provinsi Bali bersama para peserta dalam acara ‘Kegiatan Bidang Perempuan dan Anak Dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme’ di Badung, Kamis (13/6).   MANGUPURA-fajarbali.com | Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI mengajak perempuan dan anak-anak di Provinsi Bali untuk bersama-sama menumbuhkan kesadaran […]
1718285554484_copy_800x534

Berita Lainnya