Terkendala Lapangan Becek,Tim Sepakbola Buleleng Harus Puas Main Imbang

Pertandingan sepak bola ditengah lapangan yang becek antara Tim Sepakbole Kabupaten Buleleng  melawan Tim Sepakbola Kabupaten Tabanan , Senin (14/11).

SINGARAJA – fajarbali.com I Tim Sepakbola Kabupaten Buleleng harus puas main imbang dengan tim sepakbola Kabupaten Tabanan. Kedua tim mesti berbagi satu poin setelah bermain imbang 1-1 (0-1).

Pertandingan sepakbola berlangsung di Lapangan Mengwi, pada Senin (14/11) sore. Pertandingan dipimpin wasit Putu Agus Joniarta, yang didampingi asisten wasit Putu Agus Setiawan dan Nengah Jati Artawan.

Pertandingan tersebut disaksikan langsung Ketua Askab PSSI Buleleng Gede Suyasa, Ketua KONI Buleleng Ketut Wiratmaja, serta beberapa pengurus Askab PSSI dan para supporter yang datang langsung dari Buleleng.

Sepanjang pertandingan, tim Buleleng terlihat kesulitan memainkan bola. Sebab lapangan dalam kondisi becek. Genangan air masih tersisa baik di sisi utara maupun di sisi selatan lapangan.

Kondisi itu memaksa Berlino Ali Pradhana dkk berupaya mengoptimalkan bola-bola lambung. Mereka juga memainkan bola-bola Panjang. Sayangnya air yang menggenang di lapangan, menyulitkan pemain mengeksekusi bola. Mereka tak bisa melakukan dribble bola.

Pada babak pertama, Tim Sepakbola Kabupaten Buleleng sempat ketinggalan satu angka, setelah gawang Kadek Angga Martada dibobol pemain Tabanan.

Namun pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-53, giliran pemain Buleleng I Made Irwan Frandika yang membobol gawang tim sepakbola Tabanan yang dikawal oleh Putu Aditya Wardhana. Dia berhasil memanfaatkan umpan lambung yang berasal dari tengah lapangan.

Ketua Askab PSSI Buleleng Gede Suyasa mengatakan, pertandingan pada Senin sore tidak bisa berjalan dengan optimal. Sebab lapangan dalam kondisi becek. Sehingga pemain tidak bisa menunjukkan kualitas permainan mereka.“Teknik pemain tidak kelihatan. Selain itu pemain sangat berpotensi cidera karena jatuh, kram, keselo, dan sebagainya,” kata Suyasa.

Ia berharap panitia pelaksana dapat mengevaluasi kondisi tersebut. “Kalau bisa airnya disedot dulu, kemudian dikeringkan. Kami berharap sih upaya tersebut dibantu, supaya permainan tim juga bisa berkembang,” ujarnya. W -008

 

 

Ida bagus Sudarsana

Next Post

Ocean20, Kerangka Kerja Baru tentang Pengelolaan Laut yang Mandiri

Sel Nov 15 , 2022
Hadir dalam peluncuran Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan, German Velasquez, Director of Division of Mitigation and Adaptation, Green Climate Fund, M. Sanjayan, Chief Executive Officer, Conservation International dan Meizani Irmadhiany, Ketua Pengurus, Konservasi Indonesia. DENPASAR – fajarbali.com I Pemerintah […]
Blue Halo-f10e69d6