Tekan Kebocoran Portal Galian C, Pemkab Karangasem Bakal Kerahkan OPD

AMLAPURA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Menurunnya sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor galian mineral bukan logam (Galian C) dalam beberapa tahun belakangan ini, membuat Pemkab Karangasem memutar otak mencari jalan keluarnya. Terbaru, Pemkab Karangasem bakal mengerahkan OPD untuk ikut melakukan pengawasan di sejumlah portal dengan harapan bisa menekan kebocoran sektor penyumbang PAD terbesar bagi pemkab Karangasem. 

Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Pemda Karangasem, I Wayan Purna,Senin (1/2) kemarin,menyampaikan,pengawasan dengan mengerahkan jajaran OPD ini akan dilakukan uji coba selama sebulan.  Pihaknya ingin mendapat angka pasti berapa truk yang lewat melalui portal-portal yang tersebar di sejumlah titik. Setelah mendapat angka pasti jumlah truk, barulah akan dilakukan evaluasi kembali. "Ada Tujuh portal resmi milik pemkab, disanalah nanti perwakilan masing-masing OPD melakukan pengawasan," ujar Wayan Purna. 

 

Saat ini, kata Purna, portal resmi pemkab Karangasem berada  yakni di Rendang, Tianyar Barat, Selat, uUma Anyar, Datah, Liligundi dan Buutus.  Itupun, sebut Purna, tidak full di tujuh portal karena satu portal lainya yakni Portal yang berada  di Liligundi ,Desa Bhuana Giri tidak difokuskan karena cukup sedikit truk. Artinya, tim akan fokus melakukan pengawasan di enam portal. "Pengawan portal ini akan melibatkan  Dishub Karangasem, Satpol PP, BPKAD, Perhubungan, dan OPD," ujarnya. 

 

Purna mengatakan, meski pengawasan melibatkan OPD, namun petugas portal akan tetap berjaga seperti biasa. Purna mengatakan, pengawasannya dilakukan dua shif, yakni shif pagi dan sore.  Dikatakannya, pengawasan dengan melibatkan OPD dilakukan lantaran selama ini disinyalir terjadi kebocoran PAD di sektor galian C ini. Selain itu, inovasi terbaru ini sekaligus untuk mengejar pendapatan yang ditargetkan tahun ini bisa naik sampai 100 persen. "Target pendapatan dari galian C ditargetkan naik 100 persen; dari Rp 21 Miliar menjadi Rp 44 miliar, jadi kami harus berinovasi," ujarnya. 

BACA JUGA:  Diduga Lupa Matikan Dupa, Bale Piasan Pura Banjar Pesangkan Terbakar

 

Sementara Sekda Karangasem, I Ketut Sedana Merta juga menyatakan hal yang sama denga Wayan Purna. Sedana Merta mengatakan, inovasi harus dilakukan lantaran sektor galian C menjadi sektor pebyelemat Karangasem lantaran sektor pariwisata saat ini sedang sepi karena dampak covid-19. Pihaknya juga berharap, dengan melakukan penagawasan ketat ini, sektor galian C kembali mengalami kenaikan. "Bagaimana pun juga, sektor galian C masih menjadi penyumbang PAD tebesar untuk Karangasem, apalagi saat ini masih pandemi sehinggga harus ada inovasi," ujarnya. (bud*)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top