Tantang Berkelahi Warga, Empat Pria Manggarai Barat NTT Diamankan

Bunyikan Kentongan Tanda Bahaya

 Save as PDF
(Last Updated On: 11/02/2024)

DIAMANKAN-Empat pria asal Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur diamankan di Polsek Mengwi. 

 

MENGWI -fajarbali.com |Persoalan salah paham hingga berujung diamankanya warga pendatang terulang kembali. Perihal ini terjadi di depan Balai Banjar Basang Tamiang, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, pada Sabtu 10 Februari 2024 sekitar pukul 21.45 Wita. 
 
Empat pria asal Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) diamankan karena menantang warga setempat berkelahi. Mereka adalah Karlogius Taga (21) Hermanus Mala (25), Thomas Akuino Savio Romang (22) dan Salesius Jemiun alias Charles (25). Mereka kos di Desa Mengwitani hingga di Jalan PB Sudirman, Denpasar. 
 
Menurut Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana, keempat pria asal Manggarai Barat NTT itu berkonflik dengan enam warga Desa yang ada di TKP. Yakni masing-masing Kadek Suarnata (34), Agus Wahyudi Putra (30), I Made Ari Widiayanta (22), I Kadek Agus Darmana (28), I Putu Alit Kusuma (30), dan I Putu Alit Wiryanta (13). 
 
Bermula, pada Sabtu 10 Februari 2024 sekitar pukul 21.30 Wita, warga yang ditunjuk sebagai saksi selesai melaksanakan rapat di wantilan Pura Dalem Pangglan. Selanjutnya, warga desa membersihkan atribut partai di pinggir Jalan Raya Basang Tamiang. 
 
Nah, ketika akan mengumpulkan bambu di depan Balai Banjar Tamiang, datanglah 5 orang warga Manggarai NTT dengan 3 unit sepeda motor. Salah satu pengendara motor Scoopy melindas bambu yang sudah dikumpulkan. 
 
Saksi I Kadek Suarnata yang melihat insiden itu menegur dan langsung bertanya, “kamu ada masalah” lantas dijawab pengendara motor Scoopy, “Gak Bang, saya mau belanja”. 
 
Namun, dari arah belakang datang sepeda motor Beat yang dibonceng oleh Karlogius Taga. Ia malah turun menantang saksi untuk berkelahi sambil membuka baju. 
 
Saksi Suarnata lantas menyuruh para pemuda itu ke pinggir agar tidak terjadi kemacetan. Saat itu juga mereka pun ke pinggir sekaligus mencak-mencak ribut dengan saksi. 
 
Merasa ada bahaya, Agus Wahyudi membunyikan kentongan banjar sehingga warga sekitarnya berdatangan. Warga marah dan beberapa diantaranya memegang baju sambil menanyakan identitasnya. 
 
“Warga lainnya berdatangan dan spontan mengerumuni ke empat warga Manggarai tersebut,” terang Iptu Sudana. 
 
Selang beberapa jam terjadi keributan, saksi I Putu Alit Wiryanata menghubungi Kepala Lingkungan, Kadek Urip agar situasi kondusif. Tak lama berselang, aparat kepolisian Polsek Mengwi datang dan membawa para pemuda tersebut ke kantor Polisi. Hingga berita ini diturunkan, keempatnya masih diamankan di Polsek Mengwi. R-005 
 Save as PDF

Next Post

Semarakkan Perayaan Imlek, Komunitas Honda Big Bike Bali Berbagi ke Panti Jompo Tresna Werda Wana Seraya

Ming Feb 11 , 2024
Dibaca: 695 (Last Updated On: 11/02/2024) Komunitas Honda Big Bike Bali berbagi ke Panti Jompo Tresna Werda Wana Seraya. (Foto: ist)   DENPASAR-fajarbali.com | Dalam rangka memperingati Hari Raya Imlek, komunitas Honda Big Bike (HOBI) melakukan kegiatan sosial dengan mengunjungi Panti Jompo Tresna Werda Wana Seraya, Sabtu (10/2/2024). Kegiatan diawali […]
komunitas Honda Big Bike berbagi

Berita Lainnya