Tahun Ini, 16 Seniman Gianyar Raih Penghargaan, Selain Lencana dan Piagam, Juga Mendapat Dana Rp 50 Juta

(Last Updated On: )

GIANYAR-fajarbalicom |   Sebanyak 16 seniman mendapatkan penghargaan tertinggi bidang seni saat resepsi hari jadi Kota Gianyar ke 248 yang digelar malam di Balai Budaya Gianyar. Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Gianyar Made Mahayastra didampingi Wakil Bupati AA Gde Mayun serta Ketua DPRD Kabupaten Gianyar, Wayan Tagel Winarta.

Salah satu seniman karawitan penerima Wija Kusuma, I Gusti Made Raji, 76, antusias datang meski harus duduk di kursi roda. Menurut putranya, I Gusti Nyoman Wisata, sang ayah sudah sejak 18 tahun terakhir mengalami stroke. Sejak saat itu pula aktifitas berkesenian turut lumpuh. Sudah sakit stroke sejak 18 tahun, sejak itu tidak bisa beraktifitas normal,” jelas Gusti Nyoman Wisata. Dari rekam jejak, Gusti Made Raji, seniman kelahiran 31 Desember 1943 asal Banjar Pekandelan, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh ini berperan dalam memperkenalkan kesenian Bali di Benua Eropa. Gusti Made Raji merupakan penabuh handal di jamannya. Mulai dari gamelan Gong Kebyar, Angklung, Gong Gede dan gamelan lainnya. Seniman yang hanya tamatan SD ini, tumbuh sebagai penabuh cilik yang handal sehingga kerap kali terlibat sebagai penabuh sekaa gong Ganda Manik.

Pada sekaa palegongan itu, ia biasa mengiringi Tari Legong Gaya Bedulu seerti tari Legong Kupu-Kupu Tarum dan Tari Legong Lasem. Sementara tabuh yang biasa dimainkan seperti tabuh Dang, Tabuh Sekar Gensot dan Tabuh Soto Bandung. Selain sebagai penabuh yang kreatif, pria yang akrab disapa Gusti Aji ini secara tidak langsung ikut membesarkan sekaa gong Ganda Manik. Suami dari Gusti Ketut Ronti ini banyak belajar dari seniman-seniman alam terkenal bersama Sekaa Gong Palegongan. Apalagi tari legong gaya Bedulu sudah lahir dan berkembang ssjak tahun 1920.

Bupati Gianyar Made Mahayastra dalam sambutannya, perhatian pada seniman Gianyar belum maksimal. “Kita baru bisa berikan sebagian kecil dari begitu banyaknya seniman di Gianyar. Tahun ini nuansanya sedikit berbeda, karena mulai tahun ini baru bisa berikan penghargaan selain piagam dan lencana, yakni dana senilai Rp 50 juta yang bersumber dari APBD,” ujarnya.

Seniman penerima penghargaan Parama Satya Budaya adalah almarhum I Dewa Putu Kebes asal Banjar Gede Desa Batuan Kecamatan Sukawati. Untuk penghargaan Parama Satya Citra Kara diberikan pada dua tokoh seniman yaitu pencetus Cak Bedulu I Wayan Limbah asal Desa Bedulu, Blahbatuh dan penari topeng-tapel Ida Bagus Anom, asal Desa Mas Ubud. Penerima penghargaan, Parama Satya Budaya almarhum Dewa Putu Kebes adalah pelopor  dari lukisan dan topeng modern Bali pada awal abad ke-20. Sebagian besar pelukis  Batuan adalah murid-muridnya. Penghargaan ini diberikan untuk kontribusinya dalam mempercepat kemajuan peralihan dari tradisi klasik lukisan Batuan ke modern. Bersama Dewa Nyoman Mura, dia adalah pelopor perubahan di Batuan yang merangkul modernisme.

Sementara 13 tokoh seni penerima penghargaan wija kusuma terdiri dari: Seniman dramagong, Ni Gusti Made Ratni. Seniman Karawitan, I Ketut Tarja, Seniman karawitan, I Gusti Made Raji, seniman tari I Nyoman Somowantara, seniman karawitan I Wayan Lantir, seniman Kriya, I Gede Suartana, seniman karawitan, I Wayan Darya, seniman tari I Wayan Sudana, seniman lukis I Wayan Pendet, seniman tari I Wayan Rarem, seniman kriya Ida Bagus Jiwartam, seniman tari Ni Made Kartini, seniman pedalangan almarhum I Nyoman Sukerta. Tiga belas seniman ini menerima piagam penghargaan, lencana penghargaan serta penghargaan berupa uang masing-masing Rp 50 juta.

Usai penyerahan penghargaan kepada para seniman, peringatan HUT ke-248 dilanjutkan dengan penyalaan kembang api. Masyarakat yang memadati Lapangan Astina Gianyar dihibur dengan penampilan Garuchi Band, Rai Peni, AA Raka Sidan, Masekepung, Mercy, dan Lolot Band.(sar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dinas Ketahanan Pangan Meriahkan HUT Ke-248 Kota Gianyar , Digelar Lomba Cipta Kreasi Menu Non Beras dan Non Terigu

Ming Apr 28 , 2019
(Last Updated On: )GIANYAR-fajarbali.com | Untuk mengurangi ketergantungan bahan pokok beras, pada peringatan HUT ke-248 Kota Gianyar, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Gianyar menggelar lomba cipta menu berbahan dasar non beras dan non terigu. Lomba berlokasi di seputar CFD Gianyar di buka oleh Sekda Gianyar, I Made Gede […]

Berita Lainnya