Sanggar Seni Sekar Tunjung Biru Duta Badung Tampilkan 5 Tabuh Rekonstruksi Gamelan Tua
“Kali ini kami menampilkan 5 tabuh yang berjudul Iyak Guang, Patra Ngiring, Patra Jaya, Sukawanti, dan Perang, ” ucap Wayan Citra.
“Kali ini kami menampilkan 5 tabuh yang berjudul Iyak Guang, Patra Ngiring, Patra Jaya, Sukawanti, dan Perang, ” ucap Wayan Citra.
Menurut Gung Tut selaku ketua sanggar seni Tugek Carangsari, judul yang diangkat ini, menceritakan tentang keberadaan segara atau yang disebut juga dengan samudra, “sam” berarti kumpulan atau pusat dan “dra” yang berarti air.
Kegiatan ini merupakan program dinas kebudayaan, yang selaras dengan program dari Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta, sesuai dengan Undang-undang no 5 tahun 2017, tentang pemajuan kebudayaan.
“Yang terpenting lagi adalah, untuk menarik minat para remaja untuk berkreasi,” ujarnya.
Dalam cerita yang diangkat, dikisahkan seorang wanita sakti yang ada di daerah Parang Siluman yang bernama Tanting Mas.
Biasanya tari wali ini jarang ditarikan, terkecuali ada kegiatan pujawali di desa adat setempat.
“Jadi, karya-karya yang ditampilkan merupakan karya baru hasil kreasi seniman Badung. Temanya pun disesuaikan dengan PKB kali ini,” ujarnya
Cerita ‘Katemu ring Tampak Siring’ mengisahkan peristiwa yang terjadi setelah kemerdekaan Republik Indonesia di daerah Gianyar. Panitia lomba juga memberikan opsi kepada peserta lomba untuk mengambil cerita dari sastra Bali modern.
“Segara karang ini adalah titik nol koordinat pantai Kuta. Jadi pusat ombaknya ada di karang tengah,” kata Gus Acong
“Terdapat banyak kegiatan dan program yang akan dilaksanakan di tahun 2023. Termasuk salah satunya perencanaan tahun 2024 dimana Bapak Bupati Badung akan membangun Kantor Majelis Subak tepatnya di Bale Subak Sempidi. Itu dari sisi kelembagaan,” ungkapnya.