Suguhkan Karya Desain Batik, Patung dan Seni Lukis, 3 Mahasiswa Prodi PSR UPMI Genggam Sarjana Tanpa Skripsi 

IMG-20250702-WA0005
Salah satu proyek inovatif mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, mampu mengantarkan yang bersangkutan lulus sarjana tanpa skripsi. 

DENPASAR-fajarbali.com | Setelah Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah (PBID), kini giliran Prodi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali meluluskan mahasiswa tanpa skripsi. Dalam ujian TA proyek inovatif seni rupa di Kampus FBS, UPMI Bali, Rabu (2/7/2025), tiga mahasiswa Prodi PSR dinyatakan lulus dengan TA proyek inovatif seni rupa. 

Ketiga mahasiswa Prodi PSR yang dinyatakan lulus melalui jalur TA proyek inovatif seni rupa, yakni I Wayan Agus Nantika Dharma Putra, Ermilia Elyandiah, dan I Made Bagus Deva Jaya. 

Agus Nantika membuat proyek inovatif penciptaan seni lukis bertajuk “Efek Filter Negatif Sebagai Teknik Pewarnaan Seni Lukis Berbasis Teknologi”. 

Ermila Elvandiah menggarap TA proyek inovatif penciptaan karya seni batik berjudul, “Perancangan Produk Batik Khas Sumbawa Nusa Tenggara Barat”. 

I Made Bagus Deva Jaya menggarap TA proyek inovatif penciptaan karya seni patung dengan judul, "Penerapan Teknik Cetak (Casting) Dalam Reproduksi Relif Cili”.

Ujian diawali dengan display (penyajian) karya di lantai I Gedung II Kampus UPMI Bali. Dengan demikian, karya ketiga mahasiswa dapat dilihat oleh dosen dan mahasiswa yang melintas. Setelah itu, mereka diuji oleh dosen penguji dan pembimbing di ruangan. 

Ketua Prodi PSR, FBS, UPMI Bali, Ni Putu Laras Purnamasari menjelaskan TA proyek inovatif seni rupa merupakan terobosan baru di Prodi PSR yang mulai diterapkan tahun akademik 2024/2025. 

Proyek inovatif seni rupa ini, menurutnya, masih selaras dengan profil lulusan dan capaian pembelajaran lulusan (CPL) Prodi PSR. 

“Dalam perkuliahan mereka memang mendapatkan mata kuliah seni lukis, desain batik, dan seni patung. Ketiga mahasiswa yang mengambil TA proyek inovatif ini memang sudah punya karya dan sudah biasa berkarya sehingga kami di Prodi hanya memfasilitasi saja,” kata Laras. 

BACA JUGA:  Prodi Sarjana Pariwisata Dominasi Lulusan FPar Unud Periode Agustus 2022

Meski membuat TA proyek inovatif seni rupa, mereka tetap membuat laporan tugas akhir yang menjelaskan deskripsi karya, proses kreatif penciptaan karya, kendala dan hambatan yang dihadapi selama proses penciptaan, dan rencana selanjutnya. 

Hanya saja, laporannya lebih sederhana. Sebelumnya, mereka juga tetap mengikuti seminar proposal untuk mendapatkan masukan dari penguji dan pembimbing. 

Agus Nantika mengaku senang diberi kesempatan untuk mengerjakan TA nonskripsi berupa proyek inovatif seni rupa. Dia mengakui dirinya memang lemah dalam menulis skripsi. Namun, dia merasakan kenikmatan dalam melukis. 

“Karya yang saya tampilkan dalam TA kali ini adalah tawaran teknik melukis dengan efek filter negatif,” kata Agus Nantika. 

Dekan FBS UPMI Bali, I Made Sujaya mengungkapkan untuk tahun akademik 2024/2025, memang baru Prodi PBID dan PSR yang mahasiswanya berminat mengambil TA nonskripsi. 

“Mudah-mudahan tahun depan mahasiswa prodi lainnya juga berminat sehingga ada keragaman TA,” kata Sujaya. 

Sujaya menjelaskan TA nonskripsi berupa proyek inovatif atau lainnya merupakan pilihan. Mahasiswa yang memang berminat dan berbakat boleh mengambil TA nonskripsi itu dengan syarat-syarat tertentu. Bahkan, TA nonskripsi bisa dilakukan secara kolaboratif. 

Sujaya mencontohkan kolaborasi antara Prodi PBID dan PSR. Mahasiswa PBID membuat karya sastranya, mahasiswa PSR membuat ilustrasinya. Lalu mereka membuat laporan TA masing-masing sesuai bidang ilmu prodinya. Nanti saat ujian, karya mereka disajikan bersama-sama. 

Bisa juga kolaborasi Prodi PBID dan Pendidikan Sendratasik. Mahasiswa PBID membuat naskah drama, mahasiswa Prodi Sendratasik menggarap pertunjukan dramanya. Ini akan menarik dan memantik gairah kreatif berkarya di kalangan mahasiswa. 

“TA proyek karya sastra yang dibuat mahasiswa PBID, Kadek Windari berupa buku Kumpulan cerpen Bapak Berdiri di Ambang Pintu sebetulnya sudah berkolaborasi dengan mahasiswa Prodi PSR. Ilustrasi sampul dan isi buku itu digarap mahasiswa Prodi PSR. Hanya saja, dia sudah lebih dulu mengambil TA skripsi,” pungkas Sujaya. W-009

Scroll to Top