Sosialisasi MBG di Pupuan, Pemerintah Ajak Warga Bangun Pola Makan Sehat

IMG-20260222-WA0019
Sosialisasi program MBG di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali, Selasa (17/2)

TABANAN – fajarbali.com| Penguatan edukasi gizi dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah meningkatnya penyakit tidak menular di masyarakat. Hal ini mengemuka dalam sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) bersama DPR RI di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali, Selasa (17/2).

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, yang memberikan sambutan secara daring menegaskan bahwa program pemenuhan gizi tidak cukup hanya sebatas penyediaan makanan, tetapi harus dibarengi edukasi yang masif dan berkelanjutan kepada masyarakat.

Menurutnya, Badan Gizi Nasional harus mengambil peran strategis sebagai motor edukasi, bukan sekadar regulator, guna melindungi generasi muda dari pola konsumsi makanan ultra-proses yang berisiko bagi kesehatan.

“Langkah-langkah kecil hari ini akan menentukan masa depan bangsa. Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh kuat, sehat, dan siap menghadapi persaingan global,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meningkatnya kasus penyakit seperti kanker, stroke, dan gagal ginjal tidak lepas dari pola konsumsi tinggi gula, garam, dan lemak. Karena itu, keluarga—terutama orang tua—memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah mendorong masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga memahami pentingnya gizi seimbang sebagai investasi kesehatan jangka panjang.

Program MBG diharapkan mampu memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Rahma Wahyudi selaku Tenaga Pendukung Promosi dan Edukasi BGN, A.A. Nyoman Dharma Putra anggota DPRD Tabanan, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.rl

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top