Soal Rencana Pinjaman Rp 10 Miliar, Ketua DPRD Bangli Minta PDAM Lakukan Kajian Matang

BANGLI-fajarbali.com | Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika mengingatkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk melakukan kajian secara matang terkait rencana melakukan pinjaman sebesar Rp 10 miliar untuk perluasan layanan.


“Kajian ekonomisnya harus ada. Apakah dengan pinjaman itu, nanti PDAM bisa melakukan pembayaran. Ini mesti disesuaikan dengan kemampuan PDAM itu sendiri,” ungkap Ketut Suastika saat dikonfirmasi Kamis (03/06/2021).

Lanjut Politisi PDIP asal desa Peninjoan, Tembuku ini, yang namanya pinjaman mau tidak mau harus dikembalikan. “Karena itu, kemampuan untuk membayar ke depan harus dipikirkan dengan baik,” sebutnya.

Baca Juga :
Didedikasikan untuk Sang Anak, De Ama Rilis Lagu “Bagia Selantang Yusa”
Pelaku UMKM Inginkan Munas Kadin di Bali

Artinya apakah dewan pesimis terkait rencana pinjaman yang dilakukan PDAM?

“Itu tergantung pada kajian ekonomis yang dilakukan oleh para ahli. Intinya jangan ujug-ujug meminjam, sebelum ada kajian yang jelas. Terlebih PDAM tidak semata-mata mengutamakan profit oriented. Yang penting ada kajian yang matang dulu,” tandas Suastika yang juga menjabat sebagai Bendara di DPC PDIP Bangli ini.

Sebelumnya, Kabag Administrasi dan Keuangan PDAM Bangli, I Gusti Agung Jelantik Suta Baskara seijin Direktur PDAM, I Dewa Gede Ratno Suparso Mesi belum lama ini menyatakan akan melakukan pinjaman sebesar Rp 10 miliar untuk memperluas layanan.

Pasalnya, hingga saat ini,  PDAM Bangli baru mampu melayani 34 persen lebih dari 228.400 jumlah penduduk Kabupaten Bangli. Dengan kata lain, sekitar 66 persen masyarakat Bangli masih belum terjangkau layanan PDAM.

Diakui kendala PDAM  melakukan perluasan layanan,  yakni persoalan modal. Mengingat untuk membuka daerah layanan baru membutuhkan anggaran yang cukup besar. “Selain itu, topografi daerah Kabupaten Bangli yang sebagian besar berbukit, sedangkan sumber air berada dibawah menjadi kendala kami juga melakukan perluasan layanan,”ungkapnya.

Untuk itu, sesuai target yang telah ditetapkan, secara bertahap mulai 2021 hingga 2024 pengembangan layanan di semua kecamatan akan terus dilakukan hingga mampu melayani 80 persen dari jumlah penduduk di Kabupaten Bangli. “Untuk 2021 ini kita rencanakan melakukan pinjaman bank sebesar 10 miliar untuk melakukan sambungan baru,” jelasnya.

Secara rinci, dijelaskan, peruntukkan pinjaman sebesar itu, Rp 8 miliar digunakan untuk pengembangan pelayanan di daerah Tembuku bagian utara dan Kintamani bagian timur, dengan target layanan 1.700 sambungan baru.

“Sisanya, sebesar Rp 2 miliar kita gunakan untuk pembangunan sumur bor di daerah Kubu dan Selatan Kota Bangli untuk mengoptimalkan pelayanan kita di daerah kota Bangli. Sekarang kita masih tahap pembahasan dan pengajuan ke Bupati mudah-mudahan disetujui,”ungkapnya.

Selanjutnya, pada tahun 2022, PDAM menargetkan perluasan pelayanan di wilayah Kintamani bagian tengah , selatan hingga ke bagian barat dan perluasan ke daerah Susut bagian utara, dengan memaksimalkan sumber mata air di daerah Pebini, Kintamani dan Lembean.

“Sementara di 2023 kita berencana membangun sumur bor di daerah Desa Pinggan karena berdasarkan hasil penelitian di daerah sana ada cekungan yang berisi sumber air yang cukup besar. Sumur bor ini nantinya akan kita manfaatkan untuk daerah Kintamani di sekitar kaldera Gunung Batur, Pinggan, Sukawana dan Kintamani bagian timur lainnya,” bebernya.

Jika semua rencana tersebut bisa direalisasikan hingga 2023, pihaknya berkeyakinan pada tahun 2024 target PDAM bisa memberikan layanan kepada 80 persen warga Bangli bisa tercapai. (ard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Calbee Wings Luncurkan Japota Rasa Ayam Bawang, dan Memperkenalkan Brand Ambassador Adipati Dolken

Kam Jun 3 , 2021
Jakarta-fajarbali.com | Setelah sukses hadir dengan dua varian rasa yaitu Umami Japanese Seaweed dan Happy Honey Butter di tahun 2019, snack keripik kentang tipis dari PT Calbee Wings Food, yaitu Japota, kali ini menghadirkan varian rasa terbarunya yaitu Japota rasa Ayam Bawang.
BPD BALI