MANGUPURA-fajarbali.com | InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melalui Strategic Business Unit (SBU) The Nusa Dua menunjukkan komitmen nyata dalam merangkul masyarakat lokal. Bersinergi dengan Merusaka Nusa Dua, pihak pengelola kawasan menggelar Pelatihan Paguyuban Pedagang Pantai bertempat di Wantilan Kantor ITDC. Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk menyelaraskan standar pelayanan pedagang lokal dengan kualitas kelas dunia yang diusung oleh kawasan The Nusa Dua.
Sebanyak 30 peserta yang berasal dari Koperasi Unit Desa (KUD) Yasa Segara Bengiat, Paguyuban Mertha Segara, dan Paguyuban Sekar Nusa antusias mengikuti jalannya kegiatan. Pelatihan ini dipandu langsung oleh Ni Made Ayu Ratna Sulistya Dewi, Assistant Learning & Development Manager Merusaka Nusa Dua. Agenda ini merupakan awal dari rangkaian program pemberdayaan yang rencananya akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun 2026 sebagai bentuk tanggung jawab sosial InJourney Group.
Materi pelatihan dirancang secara komprehensif dengan menyasar tiga pilar utama yang relevan dengan tren pariwisata masa kini. Para peserta dibekali pemahaman mengenai Sustainability/Green Initiative, keterampilan komunikasi dalam industri hospitality, hingga materi krusial mengenai pencegahan pelecehan seksual. Kurikulum ini disusun agar sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kini menjadi standar baku dalam ekosistem pariwisata global.
Vice President Commercial and Relation The Nusa Dua, Made Purnama Damayanti, menegaskan bahwa pedagang pantai adalah elemen vital dalam ekosistem pariwisata. Sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan turis, mereka memegang kunci dalam menjaga citra kawasan. “Kolaborasi ini adalah upaya kolektif untuk memastikan The Nusa Dua tetap menjadi destinasi keluarga terbaik yang aman dan berkualitas di mata dunia,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Executive Assistant Manager Merusaka Nusa Dua, Agung Aryawati, menyoroti pentingnya profesionalisme di tengah persaingan global yang kian ketat. Ia menekankan bahwa sinergi antar anggota InJourney Group sangat diperlukan untuk menjawab tantangan industri. “Melalui sikap yang ramah, beretika, dan mengutamakan kenyamanan tamu, diharapkan usaha masyarakat lokal dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi positif,” jelasnya.
Respon positif datang dari para peserta yang merasa mendapatkan bekal berharga untuk aktivitas mereka sehari-hari. Ketua KUD Yasa Segara Bengiat, I Wayan Sudarya, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian pengelola kawasan. Ia optimistis bahwa peningkatan pengetahuan dan keterampilan ini akan memacu semangat para pedagang untuk memberikan layanan yang lebih baik dan lebih terukur kepada setiap pengunjung.
Penyelenggaraan pelatihan ini juga menandai babak baru dalam pengelolaan hubungan antara pengelola destinasi dan komunitas lokal. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan lingkungan dan aspek sosial, The Nusa Dua berusaha menciptakan harmoni antara bisnis pariwisata dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini diharapkan mampu menjaga daya saing kawasan di tengah dinamika pariwisata Bali yang terus berkembang.
ITDC berharap para peserta tidak hanya berhenti pada tahap pemahaman, tetapi mampu mengimplementasikan setiap materi secara konsisten. Konsistensi dalam menjaga kualitas layanan dan kelestarian lingkungan menjadi fondasi utama bagi The Nusa Dua untuk tetap kokoh sebagai destinasi premium. Dengan masyarakat yang berdaya, wajah pariwisata Indonesia, khususnya Bali, dipastikan akan semakin bersinar di kancah internasional. (M-001)










