SINGARAJA - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam menata ketahanan pangan ditengah merebaknya pandemic Covid 19 yang terjadi dimana akan mengoptimalkan beras local dengan menggandeng Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) yang terdapat di Bumi Denbukit. Dimana pemerintah daerah nantinya akan memberikan bantuan kepada LPM sebesar 15 juta masing-masing LPM yang jumlah keseluruhan sebanyak 17 LPM.
Bantuan itu nantinya digunakan pihak LPM untuk membeli gabah petani kemudian dilakukan penggilingan. Setelah menjadi beras pihak LPM kembali akan menjual hasil giling gabah yang dibeli dari petani local kepada para petani selebihnya sisa beras yang dijual kepada paratani itu akan dijual kepada PT Swatantra kemudian PT Swatantra akan menjual beras local hasil gilingan LPM tersebut kepada para PNS yang ada di Kabupaten Buleleng. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng Gede Suyasa saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2020) siang.
Upaya pemanfaatan beras local yang dilakukan akibat pandemic Covid 19 yang mengakibatkan tidak mudah melakukan pengiriman dan penerimaan barang dari luar Bali sehingga pemanfaatan LPM dalam menyerap gabah petani.”Dimasa Covid seperti ini kita sangat sulit mencari beras dari luar sehingga kita melakukan pengelolaan gabah local yang dihasilkan dari para petani yang ada di Kabupaten Buleleng dengan merangkul LPM yang ada di Buleleng kemudian kita juga lakukan pendistribusian kepada PNS yang ada untuk melakukan pembelian beras hasdil gilingan gabah local,”tuturnya. Untuk dikabupaten Buleleng sebut Suyasa dibulan April hingga Mei 2020 akan diproduksi gabah kering giling sejumlah 10.534 ton. Jumlah tersebut berasal dari lahan seluas 35 hektar dan dirasa sangat mencukupi untuk kebutuhan di Buleleng. Produksi bulan selanjutnya akan dibuat prediksi lagi.”Bila kita melihat luas pertanian yang dimiliki Buleleng dan dengan hasil gabah yang kita miliki hal itu nantinya bisa mencukupi kebutuhan pangan di Buleleng,”jelasnya.










