Sambut Tahun Baru, GWK Bali Countdown 2026 Hadirkan Pesta Kembang Api Terbesar dan Keamanan Maksimal

u7-2025-12-06-at-09.00.36
Press Conference GWK Bali Countdown 2026.

MANGUPURA-fajarbali.com | Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Desa Ungasan, Kabupaten Badung, kembali bersiap menjadi pusat perayaan malam pergantian tahun melalui acara akbar bertajuk GWK Bali Countdown 2026. Tahun ini, pihak pengelola mengklaim perayaan akan menjadi yang paling meriah sepanjang sejarah penyelenggaraan acara serupa, dengan fokus utama pada pesta kembang api berskala kolosal dan pengamanan yang diperkuat untuk menampung lonjakan pengunjung.

Menurut Operation Director GWK, Ch. Rossie Andriani, konsep perayaan tahun ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman visual yang spektakuler bagi ribuan pengunjung. Puncak kemeriahan akan ditandai dengan penembakan 12.000 shoot kembang api yang akan diluncurkan secara serentak dari tiga titik berbeda di kawasan tersebut. Hal ini diharapkan mampu menciptakan langit Bali menjadi kanvas cahaya yang memukau saat detik-detik pergantian tahun.

Selain atraksi cahaya, GWK Bali Countdown 2026 juga akan dimeriahkan oleh deretan artis nasional ternama. Andre Prawiradisastra, Division Head Marketing Communication and Partnership, mengungkapkan bahwa panggung hiburan akan diisi oleh musisi lintas genre, termasuk Miss Nusantika, Malik D’Essentials, Lolot, Navicula, dan Lomba Sihir. Perpaduan antara musik, pertunjukan budaya, dan pesta kembang api berskala besar ini ditargetkan menjadi perayaan tahun baru paling meriah dan aman di Pulau Dewata.

“Aspek budaya khas Bali tetap menjadi ciri khas acara. Pengunjung akan disuguhkan Pertunjukan Tari Kecak yang dijadwalkan mulai pukul 18.00 WITA dan berlangsung hingga mendekati tengah malam. Selain itu, Barong Special Show juga akan tampil setiap hari sejak tujuh hari sebelum puncak pergantian tahun, menambah semarak suasana liburan akhir tahun di kawasan ikonik ini,” jelas Ch. Rossie Andriani.

Peningkatan keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas utama mengingat adanya prediksi lonjakan pengunjung. Ch. Rossie Andriani menyampaikan bahwa pada hari normal, kawasan wisata ini menerima sekitar 3.500 kunjungan, namun selama periode libur akhir tahun, angka tersebut diprediksi melonjak tajam, mencapai 6.000 hingga 8.000 pengunjung setiap harinya—lebih dari dua kali lipat kunjungan harian biasa.

BACA JUGA:  Cegah Abrasi dan Masalah Iklim, SERA Tanam 1000 Mangrove di Mangrove Arboretum Park Denpasar, Bali

“Untuk mengantisipasi membludaknya massa, berbagai persiapan telah dilakukan secara menyeluruh, mencakup pengamanan, rekayasa lalu lintas, hingga kesiapan fasilitas. GWK memastikan ketersediaan fasilitas kesehatan memadai, dengan klinik internal dilengkapi tenaga medis tambahan serta dukungan siaga dari Rumah Sakit Bali Jimbaran untuk penanganan kasus darurat,” bebernya.

Marketing Communications & Partnership Division Head GWK, Andre Prawiradisastra menambahkan bahwa koordinasi dengan pihak berwenang terus diintensifkan. Jadwal koordinasi dengan Polda Bali telah ditetapkan pada 9 Desember 2025 untuk membahas secara detail sistem keamanan dan pengaturan lalu lintas. Rekayasa lalu lintas sepenuhnya dipercayakan kepada pihak kepolisian, sejalan dengan peningkatan jumlah personel pengamanan yang diturunkan, yang disebut-sebut lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.

“Dengan konsep baru, jumlah kembang api yang lebih banyak, dan penguatan aspek operasional, kami berharap GWK Bali Countdown 2026 tidak hanya menjadi daya tarik, tetapi juga mampu memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Pengaturan area menonton pun dipersiapkan sedemikian rupa agar seluruh pengunjung dapat menikmati kemegahan pertunjukan tanpa hambatan,” pungkasnya. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top