Ribuan Pelajar SMK Ikuti UNBK 

22 Views

SINGARAJA – fajarbali.com | Hari pertama para siswa yang duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kelas XII mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ujian yang dilakukan secara serentak terhitung tiga hari dari, Senin (2/4/2018) hingga Rabu (4/4/2018) mendatang. Pelaksanaan UNBK yang dilakukan di Kabupaten Buleleng diikuti sebanyak 28 sekolah SMK baik yang negeri atau swasta dari jumlah sekolah SMK yang berjumlah 29 sekolah yang ada. 

Satu sekolah SMK di Kabupaten Buleleng tidak mengikuti UNBK lantaran sekolah tersebut merupakan sekolah baru alias belum memiliki siswa kelas XII. Pelaksanaan UNBK yang dilakukan dimasing-masing sekolah berjalan dengan tenang termasuk seluruh perangkat yang tersedia di sekolah dapat berfungsi dengan baik. Dimana hampir rata-rata satu sekolah diikuti oleh 198 peserta UNBK seprti yang ada di SMK Negeri 1 Sukasada. Dalam sehari, para peserta dibagi menjadi tiga sesi. Sebab jumlah perangkat komputer di sekolah ini hanya 80 unit. Itu artinya tiap sesi menampung sebanyak 80 peserta UNBK.”Pelaksanaan UNBK yang ada berjalan dengan baik. Tidak ada gangguan yang terjadi termasuk internet yang ada dapat digunakan dengan baik,” jelas Kepala SMKN 1 Sukasada Made Darwis Wibawa. 
Darwis menjelaskan jumlah peserta UNBK di Buleleng tahun ini mencapai 4.173 siswa. Semua sekolah SMK tidak ada yang ikut Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Peningkatan jumlah sekolah yang ikut UNBK terus mengalami dari tahun ke tahun. Hanya saja,  sekolah yang belum memiliki server harus menumpang di sekolah yang servernya memadai. Tercatat ada enam SMK yang terpaksa bergabung di sekolah lain. Sisanya sebanyak 22 sekolah sudah mandiri dalam pelaksanaan UNBK. Sebut saja di SMK Widya Wisata Tejakula yang harus bergabung ke SMKN1Tejakula di sesi ketiga. 
Sedangkan SMK Widya Paramita, SMK Baktiyasa, SMK TP dan SMK  Nusa Dua Sawan yang bergabung ke SMKTI Bali Global.”Tidak ada UNKP. Semua sekolah SMK ikut UNBK. Hanya saja sekolah yang fasilitas servernya belum memadai harus gabung di sekolah lain. Ada enam yang bergabung, sisanya sebanyak 22 sekolah sudah mandiri,” imbuhnya. 
Sementara itu guna mengantisipasi padamnya listrik saat proses UNBK berlangsung, pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan pihak PLN. Pun demikian dengan server jaringan internet, Darwis menyebut hal Itu menjadi kewenangan masing-masing sekolah untuk menjaga server tetap berfungai maksimal. ”Kalau listrik kita sudah bertemu dengan Kepala PLN.  Tujuannya agar tidak ada pemadaman. Tetapi sudah kita siapkan genset untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Sedangkan untuk jaringan internet kan masing-masing merupakan kewenangan sekolah,” pungkasnya. 
Sementara  itu salah seorang peserta UNBK Putu Tania Riski Adistyani mengaku degdegan pertama kali ikut UNBK. Tania pun menilai jika UNBK akan membuat siswa menjawab dengan kemampuannya sendiri. Sebab, soal satu siswa dengan yang lainnya berbeda, sehingga potensi kecurangan kian sempit dilakukan.”Disini memang kita diasah karena satu siswa lain-lain soalnya sehingga hal itu merupakan pengasah kemampuan para siswa,” katanya. W–008
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

2018 Kabupaten Tabanan Akan Menjadi Kabupaten Layak Anak

Sen Apr 2 , 2018
22 ViewsTABANAN- fajarbali.com | Kadis Sosial Kabupaten Tabanan, I Nyoman Gede Gunawan mengatakan, guna menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA) di Tabanan, pihaknya mengakui sudah memenuhi syarat dari 24 indikator dan 5 cluster yaitu tentang hak sipil anak, tentang pengasuhan dan lingkungan, ada pendidikan dasar, kesehatan, serta kebebasan anak.