Rektor Ingin Unhi Jadi Pusat Kajian Nilai Hindu

DENPASAR-fajarbali.com | Rektor Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS., membuka seminar internasional terkait nilai-nilai dan budaya Hindu di Auditorium kampus setempat, Sabtu (10/3/2018) lalu.

Seminar ini sebagi implementasi membawa Unhi menjadi pusat kajian dan penelitian nilai-nilai Hindu, sehingga nilai tersebut dapat dimasukkan ke dalam berbagai disiplin ilmu.

Damriyasa menyebut, begitu banyak konsep yang digunakan secara global bersumber dari nilai ajaran Hindu. Hanya saja lemahnya publikasi nilai budaya Hindu menjadi batu sandungan ketika masuk ke disiplin ilmu.”Salah satu kekurangan kita di Hindu adalah terkait publikasi nilai-nilai budaya Hindu, sehingga selama ini sulit untuk masuk ke berbagai disiplin ilmu,” kata dia usai menutup seminar bertema “Bali Hinduism, Tradition and Interreligious Studies”.

Karenanya, pihaknya sudah mulai membangun pusat-pusat kajian, pusat penelitian, dan termasuk Global Center for Balinology. Menurut dia, hal tersebut sangat penting, karena bukan saja untuk menggali nilai budaya Hindu, tetapi juga melihat dari aspek energi dan lingkungan. 

Lebih lanjut, masih menurut Damri,  pihaknya akan melakukan kajian nilai Hindu yang berkaitan dengan konsep demokrasi dan politik. “Setelahnya kita akan temukan, apakah demokrasi dan politik yang diterapkan sekarang sesuai dengan konsep Hindu. Ke depan, kami harapkan agar lebih banyak yang menjadi pakar demokrasi dan politik, jadi bisa lebih diwarnai oleh nilai budaya Hindu,” ujarnya.

Damriyasa menambahkan, dengan seminar tersebut yang mengundang para pakar di bidang budaya dan seni dari Malaysia, dari LIPI dan juga pakar sejumlah negara lainnya diharapkan dapat menjadi wahana berbagi hasil-hasil penelitian yang ada kaitannya dengan agama, budaya dan seni sebagai ciri khas Unhi Denpasar. “Tema yang diangkat ini juga sangat menarik dibahas terkait kondisi Indonesia yang plural dengan berbagai agama penduduknya, agar antarumat agama bisa saling toleran,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Unhi Denpasar Prof Dr Phil I Ketut Ardhana mengatakan mendukung sejumlah upaya yang dilakukan pihak kampus setempat dalam upaya mendukung misi Unhi Denpasar menjadi pusat pengkajian budaya Hindu.

“Ini sangat penting, jadi kita tidak melihat bahwa Unhi itu adalah sebuah universitas agama saja. Kami memang berbeda tetapi bukan berarti kita tidak berdialog, bertanya jawab. Justru karena itu kita berdialog, untuk mengerti, memahami perbedaan, dan mencari persamaan itu,” ucapnya.

Dalam seminar itu juga diisi penandatanganan MoU antara Unhi Denpasar dengan Indonesian Consortium for Religious Studies Universitas Gajah Mada. Sedangkan seminar diisi dengan pemaparan materi diantaranya oleh Dr Abhisek Joshi (dari International Center for Cultural Studies), Dr Hezri Adnan (Malaysia) dan Dr Dicky Sofjan (UGM). (gde)
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Bupati Made Gianyar Lepas Peserta SEAT ke-3

Ming Mar 11 , 2018
BANGLI-Fajar Bali.com | Sedikitnya 1000 off road rider ambil bagian dalam event Speed Erawang Adventure Trail (SEAT) ke-3, yang diselenggarakan Desa Pakraman Suter dan Abang Batudingding, Kintamani, Minggu (11/3/2018).
BPD BALI