“Rame Ing Gawe, Sepi Ing Pamrih” BKKBN Bali Justru dapat 3 Award

Bali meraih juara II Apresiasi Penyebarluasan Informasi dan Edukasi bagi Perwakilan BKKBN dalam Morning Report Katagori Promotif.

(Last Updated On: 15/03/2023)

Kepala Perwakilan BKKBN Bali bersama jajaran memperlihatkan tiga piagam penghargaan Adpin Award.

 

MANGUPURA – fajarbali.com | Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali, dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, MARS., M.For., setengah kaget saat diganjar tiga “award” dalam acara pertemuan Tim Kerja Advokasi, Penggerakan dan Informasi (Adpin) Pusat dan Provinsi, di Kuta, Badung, Selasa (14/3).

Penghargaan Adpin Award ini, diserahkan Deputi Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi, Sukaryo Teguh Santoso di sela pertemuan bertema “Menyelaraskan Penggerakan Program Bangga Kencana dalam Percepatan Penurunan Stunting Sampai dengan Lini Lapangan” tersebut.

Adapun penghargaan itu, yakni Bali meraih juara II Apresiasi Penyebarluasan Informasi dan Edukasi bagi Perwakilan BKKBN dalam Morning Report Katagori Promotif. Kemudian, penghargaan Pelaksana Terbaik Mekanisme Operasional di Lini Lapangan Tahun 2022, dan penghargaan Pelaksana Tim Keluarga Terbaik.

Luh Gede Sukardiasih mengaku kaget dengan penghargaan itu. Padahal pihaknya tidak mengejar imbalan atau penghargaan apapun. Yang ada dalam benaknya hanya bekerja sesuai tugas dan fungsi di bidang kependudukan.

“Saya tidak tahu bahwa ada penilaian. Kami di BKKBN Bali bekerja dan melakukan inovasi di lapangan berusaha dengan upaya terbaik,” ungkapnya.

Pemilik sapaan akrab dr. Luh De ini menjelaskan, keberhasilan ini juga tidak terlepas dari kerja sama dan kerja keras semua pihak. Mulai dari tingkat provinsi hingga terbawah.

“Setiap ada kegiatan maupun bantuan operasional dari pusat, itu selalu kami jalankan dan tanpa menunda-nunda, sehingga cepat selesai dan segera bisa dilaporkan ke pusat,” bebernya.

Dengan penghargaan ini, Sukardiasih menegaskan akan menjadi motivasi bagi seluruh BKKBN Bali hingga kader untuk melakukan berbagai inovasi dalam menyampaikan program-program prioritas dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan bebas stunting di Bali.

”Kami akan terus melakukan inovasi, keluar dari zona nyaman dengan harapan mampu melayani masyarakat lebih cepat dan tepat,” pungkasnya dr. Luh De.

Pada kesempatan yang sama, Sukaryo Teguh Santoso, mengingatkan, meskipun Bali sebagai provinsi dengan prevalensi stunting terendah nasional, yakni 8 persen, bukan berarti berhenti mengedukasi masyarakat. Justru semakin gencar menjaga bahkan menurunkan angka tersebut. (Gde)

Next Post

Bali Jadi Tuan Rumah Perempuan Tim Adpin, Penyelarasan Bangga Kencana dalam Penurunan Stunting

Wed Mar 15 , 2023
Hasto Wardoyo mengungkapkan tugas baru yang dilakukan BKKBN yakni menyoal kualitas sumber daya manusia, dalam hal ini menangani stunting.
Adpin BKKBN

Berita Lainnya