PPKM Darurat, Bupati Tamba Pantau Pengambengan

NEGARA – fajarbali.com | Masa penerapan PPKM Darurat dihari keenam, Bupati Jembrana I Nengah Tamba memantau aktivitas masyarakat di kawasan Perikanan Desa Pengambengan. 


Sejumlah titik disambangi Bupati Tamba, mulai dari Pelabuhan Perikanan Pengambengan hingga pabrik – pabrik pengolahan ikan di Pengambengan, Kamis (8/7/2021). Selain melihat aktivitas warganya di masa pandemi, Tamba hadir sekaligus memberikan sosialisasi penerapan prokes kepada sejumlah nelayan serta pelaku usaha yang ditemuinnya disana. 

“Pemantauan dalam masa PPKM tak hanya rutin kita laksanakan pada malam hari. Melainkan hari ini kita lakukan di siang hari saat jam kerja. Secara langsung kami bersama jajaran Forkopimda menyambangi masyarakat Desa Pengambengan di pelabuhan dan pabrik – pabrik yang tetap aktif bekerja. Itu kita lakukan dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat disini untuk selalu taat dan disiplin prokes dalam bekerja dan beraktivitas,” ujar Tamba.

Baca Juga :
Satpol PP Tabanan Catat 189 Pelanggar Selama PPKM Darurat
PPKM Darurat, Bhabinkamtibmas Sasar Pasar

Dari pemantauan itu, secara umum Bupati melihat di masa PPKM ini warga Pengambengan sudah sadar dan ikut mensukseskan aturan PPKM Darurat tersebut. Bupati juga menyadari aktivitas ekonomi nelayan  untuk industri kebutuhan pokok masih berjalan di Pengambengan dan itu dibenarkan sesuai instruksi mendagri.

“Sesuai aturan SE Gubernur No 9 tahun 2021 tentang pemberlakuan PPKM, warga Pengambengan disini sudah baik. Kita cek masyarakat yang bekerja di Pelabuhan Perikanan sudah taat prokes dalam hal ini memakai masker. Kepatuhan dalam PPKM ini juga terlihat dari karyawan – karyawan pabrik ikan disini (Pengambengan) yang sudah bagus pelaksanaannya, mulai dari membatasi maksimal jumlah pekerja, diatur jaraknya dalam bekerja,” ujarnya.

Terkait program vaksinasi sudah berjalan baik. Para pekerja juga mau mengikuti gebyar vaksinasi difasilitasi perusahaan bekerjasama dengan pemerintah daerah.

“Memang dari awal pekerja di pabrik – pabrik ikan disini disiplin prokes. Bahkan dari semua pekerja disini tidak ada yang terpapar covid-19, bahkan sejak pandemi berlangsung. Mungkin karena semuanya bekerja dilaut juga. Sementara untuk vaksin, mereka semua mengikuti aturan itu, dan semua sudah divaksinasi. Mereka tetap disiplin untuk melakukan vaksinasi, bahkan semua pekerja disini sudah semuanya dilakukan vaksinasi,” imbuhnya.

Namun secara umum, berjalannya PPKM di Jembrana, Bupati menyadari memang masih ada beberapa pedagang yang melanggar aturan, terutama pembatasan jam operasional.

“Seperti kita ketahui sesuai SE Gubernur Bali, pembatasan jam operasional untuk toko maupun pedagang dibatasi hanya sampai jam 20.00 wita. Namun dalam setiap operasi malam ada saja pedagang yang melanggar batas jam waktu itu. Untuk itu saya minta kepada masyarakat mari kita sama – sama mengerti. Itu semua untuk kesehatan kita bersama agar pandemi segera berlalu dan ekonomi pulih kembali,” pintanya.

Sementara Kajari Jembrana Triono Rahyudi menyampaikan pelaksanaan PPKM Darurat sesuai dengan SE Mendagri. Ia mengatakan dalam pelaksanaannya memang dilakukan secara bertahap.

“Tahap awal terus dilakukan sosialisasi kemudian soft warning hingga penindakan. Jika ada yang sengaja terang benderang melanggar tentu akan kita tindak secara pidana sesuai dengan undang – undang kekarantinaan dan wabah,” ujarnya. (prm)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sekolah Swasta Semakin Terpuruk, BMPS Mengadu ke Dewan Badung

Ming Jul 11 , 2021
MANGUPURA-fajarbali.com | Tak adanya bantuan lagi dari pemerintah akibat pandemi Covid-19 membuat sekolah swasta di Badung kelimpungan. Sejumlah pengurus Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Badung pun, Kamis (8/7/2021) mendatangi gedung DPRD Badung. Rombongan diterima oleh Ketua DPRD Badung, Putu Parwata, Wakil Ketua I, Wayan Suyasa dan Sekda Badung, Wayan Adi Arnawa. […]

Berita Lainnya