PON Papua, FORKI Bali Targetkan Emas

Jelang PON ke-XX tahun 2020 di Papua mendatang, atlet FORKI Bali melakukan persiapan dengan latihan lebih intensif untuk meraih target emas, melebihi capaian PON Jabar lalu.

DENPASAR-fajarbali.com|Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Pengprov Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Bali Ketut Rochineng, di Denpasar, Selasa (28/11/2017.

“Pada hajatan PON XIX/2016 di Jawa Barat, kita berhasil menyumbang 1 medali emas bagi kontingen Bali. Sedangkan pada PON tahun 2020 mendatang di Papua, kita menargetkan medali emas melebihi capaian dari PON Jabar itu,” ungkapnya.

Menurutnya, medali emas pada PON Jabar tersebut, berhasil diraih Cokorda Istri Agung yang turun bertanding di nomor kumite putri kelas -55 kg. Dan di Bali sendiri, kata pria yang juga menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali ini, banyak memiliki karateka yang berpotensi bagus untuk meraih prestasi.

“Makanya kita targetkan lebih dari satu emas pada PON Papua mendatang,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Ketua FORKI Bali periode 2017-2021 terpilih secara aklamasi untuk kedua kalinya pada Musprov di Denpasar menambahkan, kunci untuk meraih target tersebut adalah pembinaan atlet secara kontinyu. Sehingga dengan demikian, target yang telah ditetapkan tersebut, akan mampu dicapai.

Adapun pembinaan yang kini dilakukan FORKI Bali, yakni melakukan latihan dengan lebih intensif.

Dimana atlet yang dipersiapkan dalam perhelatan akbar tersebut, merupakan atlet-atlet terbaik dari sembilan kabupaten/kota se-Bali, dan juga hasil dari Porprov ke XIII di Gianyar lalu.  (alt)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

‘Malukat’ di Tengah Lahar Dingin, Jero Gimbal Temukan Batu Mancawarna

Rab Nov 29 , 2017
DENPASAR-fajarbali.com | Jero Kuncir Gimbal, asal Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng yang mengaku Bhakta Siwa Sejati melakukan tindakan nyeleneh yakni ‘malukat’ (ritual memberishkan diri) di aliran Sungai Unda, Klungkung, tepat saat sungai terbesar di Kabupaten Klungkung itu dialiri lahar dingin muntahan Gunung Agung, Selasa (28/11).  Save as PDF

Berita Lainnya