Polisi Selidiki Kasus Camat Aniaya Pemangku

MANGUPURA-fajarbali.com | Aparat kepolisian Polres Badung tidak menutup diri memproses kasus penganiayaan yang dilakukan Camat Petang Ida Bagus Nata Manuaba (57), terhadap Pemangku Pura Pucak Gunung Lebah, I Gusti Ngurah Anom (50) di Pura Puncak Tedung, Desa Sulangai, Petang, pada Sabtu (16/12/2017) dini hari lalu. Penyidik Polres Badung tengah menyelidiki kasus tersebut dan akan memanggil terlapor untuk dimintai keterangannya.

Penyelidikan terhadap kasus penganiayaan itu disampaikan Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta, Senin (18/12) siang kemarin. Ia mengatakan kasus penganiayaan yang dilaporkan Jro Mangku I Gusti Ngurah Anom, masih dalam proses hukum. Pihaknya sudah mencari bukti bukti otentik dilapangan, termasuk visum et revertum dan keterangan saksi saksi. “Proses pemeriksaan masih berlangsung,” tegas AKBP Yudith.

Sejalan dengan penyelidikan, pihaknya akan memanggil terlapor, Camat Petang Ida Bagus Nata Manuaba dan selanjutnya akan melaksanakan gelar perkara. “Terlapor (Camat) belum dipanggil dan diperiksa, baru saksi saksi dan korban,” terang perwira melati dua dipundak itu.

Diberitakan, pascapenganiayaan, Sabtu (16/12) sekitar pukul 17.30 wita, masyarakat Desa Adat Kerta, Petang, langsung menggelar paruman di Wantilan Pura Penataran Sari, Desa Adat Kerta. Paruman dihadiri Kapolsek, Danramil, Bendesa Adat, Kadus Kerta, pemangku Tri Kayangan Desa Adat Kerta, seluruh krama Banjar Adat Kerta termasuk pelapor yakni I Gusti Ngurah Anom.

Nantinya kasus ini akan dilakukan mediasi yang melibatkan PHDI tingkat kabupaten, Majelis Madya, Muspika Petang, Majelis Alit (telapor) dan pengempon Pura Puncak Tedung. “Selain mediasi, terlapor harus meminta maaf kepada korban. Termasuk akan diadakan pecaruan di TKP,” bisik sumber kemarin.

Informasi dilapangan, penganiayaan ini terjadi di Utama Mandala Pura Pucak Tedung. Saat Ida Betara dilinggihkan usai dilakukan upacara melasti ke beji, dilanjutkan ngaturan piodalan, tiba-tiba seorang wanita pemedek dari Banjar Uma Poh kerauhan. Kemudian pecalang Pura Pucak Tedung bersama terlapor mengamankan pemedek tersebut agar tidak mengganggu jalannya upacara.

Dalam waktu yang bersamaan, pemangku Pura Pucak Gunung Lebah, yang tiada lain adalah korban juga kerauhan. Saat kerahuan korban hendak mengambil keris. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terlapor kemudian mencegah dengan cara mendorong serta memukul muka korban hingga mengenai pipi di bawah mata kiri. Akibatnya hidung korban mengeluarkan darah segar. Korban tidak terima dan melapor ke Polsek Petang. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Nah, Ada Maling Teriak Maling

Sel Des 19 , 2017
DENPASAR-fajarbali.com | Ini namanya maling teriak maling. Tidak ingin aksi pencuriannya diketahui temannya sendiri, pria bernama Muhamad Firdaus Arizal (23) berpura-pura melaporkan kasus kehilangan HP miliknya ke Polsek Denpasar Barat. Namun sepintar-pintarnya menyimpan bau busuk akhirnya tercium juga, Firdaus tertangkap basah membawa HP milik korban, Muhamad Sulaiman Yusus Zulfikar. “Setelah […]