Pola Hidup Sehat Solusi Cegah Penyakit Jantung di Usia Produktif

Denpasar-fajarbali.com | Penyakit jantung saat ini bukan lagi penyakit yang menyerang kalangan lansia saja, namun penyakit jantung juga dapat menyerang mereka yang masih dalam usia produktif. Sebagian besar penyebab timbulnya penyakit jantung yakni faktor gaya hidup dan pola konsumsi makanan yang tidak seimbang.


Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSUP Sanglah, dr. I Nyoman Wiryawan, Sp.JP, FIHA, pasien penyakit jantung yang masih berada di usia produktif ini memang harus menjalani perawatan dan mengikuti segala aturan yang ditetapkan dokter agar tetap bertahan hidup.

“Pasalnya jantung sebagai salah satu organ vital manusia, sangat perlu dijaga dengan baik. Pasien harus menjalani program yang disebut rehabilitasi jantung,” jelasnya.

Baca Juga :
Kantor DPC PDIP Gianyar Digoyang Gempa 8,5 SR, Simulasi Kebencanaan, BPBD Gianyar Turunkan Armada Penuh
Sabun Arang Bambu Tembus Jepang, Perancis dan Spanyol, Untuk Spa, Terkendala Mesin Pembuat Tepung Arang Halus

Rehabilitasi jantung merupakan serangkaian kegiatan yang diperlukan penderita penyakit jantung untuk mencapai kondisi fisik, mental dan sosial terbaik. Sehingga pasien dapat mempertahankan atau mencapai kehidupan seoptimal mungkin dalam bermasyarakat dengan usahanya sendiri.

Program ini ditujukan kepada pasien dengan penderita miokrad infark, tindakan jantung, operasi jantung, gagal jantung yang kondisi stabil, pace maker, katup jantung, transplantasi jantung, penyakit jantung bawaan dan penyakit gangguan vaskuler. Rehabilitasi medik dilakukan dalam empat fase, untuk fase pertama adalah fase perawatan pasien.

“Fase ini terjadi selama perawatan dalam rumah sakit sebagai mobilisasi mandiri secara dini pasca operasi. Terdapat elemen – elemen kunci yang harus diperhatikan dalam fase pertama. Diantaranya kepastian dan edukasi, koreksi terhadap kesalahpahaman gambaran penyakit jantung, assessment, faktor risiko dan rencana pemulangan pasien,” jelasnya.

Untuk fase kedua adalah fase pemulihan, yakni satu minggu setelah rawat jalan. Program yang dilakukan diantaranya uji jalan 6 menit, lalu dilanjutkan dengan latihan aerobic dan relaksasi. Pasien dikelompokkan ke dalam risiko rendah, sedang dan berat berdasarkan penyakit jantung yang dideritanya.

“Program yang diberikan adalah latihan teratur 3 kali seminggu selama 4-8 minggu, yang pada akhir fase kedua ini diharapkan pasien mampu berjalan 3.000 meter dalam waktu 30 menit,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam tahap fase ketiga ditujukan untuk meningkatkan fungsi jantung. Melanjutkan fase kedua, program fase ketiga ini rutin dilakukan sebanyak tiga kali seminggu selama 3-6 bulan. Harapannya agar pasien mampu berjalan 3000 – 4000 meter dalam 30 menit. Sedangkan fase IV menjadi program latihan jangka panjang dari aktivitas fisik untuk mempertahankan fungsi jantung dan perubahan gaya hidup.

“Rehabilitasi jantung jelas merupakan bagian penting dalam upaya penanganan penderita untuk mengembalikan kondisi penderita seperti sedia kala atau mendekati keadaan sebelum sakit sehingga mampu kembali kepada kehidupan normalnya. Terbukti, program rehabilitasi ini juga berperan sebagai usaha pencegahan sekunder terhadap penyakit jantung,” tutupnya. (dha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Berbagai Hobi Ketua DPR RI Puan Maharani yang Dekat dengan Milenial dan Gen Z

Kam Mei 27 , 2021
DENPASAR-fajarbali.com | Puan Maharani dikenal sebagai sosok pewaris trah Soekarno yang kini menjabat sebagai Ketua DPR RI. Di balik itu semua, Puan ternyata memiliki hobi yang dekat dengan generasi muda, khususnya milenial dan gen Z.
BPD BALI