Permintaan Darah Meningkat, PMI Bali Ajak Masyarakat Berdonor

(Last Updated On: )

DENPASAR-fajarbali.com | Provinsi Bali masih berjuang menghadapi pandemi Covid-19, mulai dari upaya pencegahan, pengobatan hingga vaksinasi. Salah satu pengobatan yang dilakukan untuk pasien gejala berat adalah terapi plasma konvalesen. Manfaat plasma darah dari penyintas Covid-19 sangat dibutuhkan bagi pasien Covid-19 dengan gejala berat. Plasma darah penyintas mengandung antibodi atau kekebalan tubuh terhadap virus Corona.


Sebab, sebagai sarana penyedia donor darah dan plasma konvalesen, Palang Merah Indonesia (PMI) terus mengingatkan publik terutama para penyintas agar berkenan mendonorkan plasma darah mereka.

“Bagi yang penyintas kita juga terus mengajak, mudah-mudahan mereka yang sudah sembuh berkenan untuk mendonor plasma,” ujar Kadiv Kelembagaan PMI Provinsi Bali, Taufan Kristanto saat dikonfirmasi, Kamis (19/8/2021).

Taufan juga megungkapkan, selama pandemi jumlah pendonor darah yang datang langsung ke PMI berkurang. Angka itu bahkan sempat turun 50 hingga 80 persen. Ia mengeluhkan hal itu karena sejak pandemi, aktivitas donor darah yang biasa dilakukan di ruang terbuka tidak diperbolehkan. Mengingat, pemerintah harus membatasi mobilitas kegiatan masyarakat serta menghindari kerumunan.

Baca juga :
BPBD Karangasem Siap Bagikan 50 Ribu Masker Kepada Masyarakat
Alumni Akpol 93 Bagikan Sembako di Kampung Bugis Serangan

Pihaknya menuturkan, jam operasional pegawai PMI juga bertambah seiring banyaknya permintaan darah dan donor plasma konvalesen.

“Kalau dulu sabtu-minggu kita aman, sekarang ya kalau gak sabtu atau minggu kita harus standby. Meski demikian kami tetap bekerja secara maksimal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, baik itu para petugas maupun masyarakat yang melakukan donor darah,” tambahnya.

Sementara itu salah seorang pendonor sukarela, Yulia mengatakan jika peran PMI di saat-saat seperti ini sangat penting. Peran PMI di masa pandemi ini sangat vital karena PMI lah yang meng-collect plasma-plasma konvalesen maupun darah yang dibutuhkan oleh Rumah Sakit.

Ia mengaku jika dirinya kali pertama mengikuti donor darah. Walaupun demikian, dirinya ingin terus mendonorkan darahnya selama antibodi di tubuhnya masih layak untuk didonorkan.

“Pokoknya saya tetap mau donor untuk membantu PMI khususnya untuk masyarakat yang membutuhkan darah. Saya juga akan mengajak saudara maupun teman-teman untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah,” sebutnya. (dha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bertahan di Masa Pandemi, Pengusaha di Bali Nantikan Dukungan Pemerintah

Ming Agu 22 , 2021
(Last Updated On: )DENPASAR-fajarbali.com | Di tengah ketidakpastian pemulihan pariwisata di Pulau Dewata akibat terdampak pandemi Covid-19, pengusaha di Bali hingga kini masih menanti pemerintah merilis sebuah kebijakan yang mendukung mereka bertahan di tengah terpuruknya kondisi perekonomian. Selain akibat pandemi, kebijakan PPKM juga dinilai menghambat laju perekonomian Bali.

Berita Lainnya