BULELENG-fajarbali.com | Pemerintah Kabupaten Buleleng memperkuat reformasi birokrasi dengan mendorong tiga satuan kerja unggulan menuju Zona Integritas (ZI) dan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Ketiga unit tersebut yakni BKPSDM, SMP Negeri 4 Singaraja, dan Puskesmas Buleleng tiga.
Langkah strategis ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Komitmen Tim Zona Integritas Tahun 2026 yang digelar di ruang rapat Setda, Senin (13/4/2026). Rakor dipimpin oleh Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Buleleng, I Gusti Putu Ngurah Mastika.
Rakor tidak hanya menetapkan unit prioritas, tetapi juga menjadi panggung konsolidasi besar untuk memperkuat arah pembangunan ZI ke depan. Evaluasi hasil pembangunan ZI tahun 2025 (LHE) dibedah secara tajam guna memastikan perbaikan yang lebih terukur dan berdampak.
"Pembangunan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan indikator administratif, melainkan transformasi nyata dari cara kerja, pola pikir, hingga kualitas layanan kepada masyarakat," ucapnya.
Sebagai penggerak utama, Pemkab Buleleng telah membentuk Tim Zona Integritas yang akan mengawal penuh proses ini. Tim ini berperan dalam melakukan pembinaan intensif, pengawasan berkelanjutan, hingga evaluasi kinerja secara berkala demi memastikan setiap unit bergerak selaras menuju WBK.
Untuk mempercepat capaian tersebut, sejumlah strategi unggulan disiapkan, menanamkan komitmen kuat dan semangat perubahan di seluruh lini organisasi, menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, mudah, dan transparan, mendorong inovasi program yang langsung dirasakan masyarakat, serta mngoptimalkan komunikasi publik yang terbuka dan adaptif.
Tak hanya itu, pembangunan ZI juga difokuskan pada sektor-sektor pelayanan strategis seperti rumah sakit umum daerah, dinas kependudukan dan pencatatan sipil, pelayanan terpadu satu pintu, sektor pendidikan, serta ketenagakerjaan sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui langkah progresif ini, Pemkab Buleleng menunjukkan keseriusannya dalam membangun birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan prima.
"Lebih dari sekadar target WBK, ini adalah komitmen menghadirkan pemerintahan yang benar-benar dipercaya masyarakat," terangnya. @gus









