Penuhi Kebutuhan Pasar, Kadis Pertanian Lakukan Revitalisasi Produk

DENPASAR-fajarbali.com | Untuk meningkatkan kualitas produk lokal, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikura Dan Perkebunan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnu Ardana mengatakan, pihaknya akan segera melakukan revitalisasi produk untuk menciptakan petani yang berkwalitas, sehingga produk yang dimiliki petani bisa memenuhi kebutuhan pasar baik itu pasar modern maupun pasar tradisional.

Dengan cara menggandeng perguruan tinggi di Bali untuk melakukan pendampingan kepada para petani, selain itu juga pihaknya akan menggandeng pihak Swasta yaitu Sistem inti flasma seperti halnya dengan PT Gred Giant Pineaple yang sudah bertemu dengan Gubernur Bali, dimana nantinya pihak swasta menyediakan pupuk kepada para petani sekaligus juga mencarikan kredit, dan hasilnya nanti sebagian di pasarkan ke hotel dan restoran. “Saya sudah melakukan kerjasama dengan Udayana Comunity Develpment Program (UCDP), yang mengandeng Balai Penelitian Jeruk dan Tanaman Sub Tropis dimana Balai tersebut telah menyerahkan bibit unggul 7000 strawbery dan 5000 bibit jeruk, yang fungsinya untuk memperbaiki sekaligus memberikan pendamping kepada para petani agar bisa menghasilkan produk yang berkwalitas,” terangnya.

Tidak hanya itu saja Birokrat asal Tabanan juga menjelaskan, pihaknya akan memberikan kredit murah kepada para kelompok tani, koperasi tani, agar para kelompok dan koperasi tersebut bisa menampung hasil para petani agar dapat melakukan greeding sortasi, dimana great satu untuk hotel dan restoran dan great dua untuk swalayan dan pasar tradisional, sedangkan great tiga diolah menjadi bahan makanan. Untuk memenuhi target tersebut sudah pasti para kelompok dan koperasi tani menemukan kendala modal. “Kami akan rancang Penguatan Modal Usaha Kelompok (PUMK) yang nantinya dana tersebut keluar pada anggaran perubahan, sebab dana tersebut menggunakan dana APBD yang bisa diakses pada Bank BPD dengan suku bunga yang rendah,” imbuhnya Wisnu Ardana.

Wisnu menambahkan, pihaknya sekarang ini sedang mempersiapkan adminitrasi karena harus sesuai dengan Pergub agar bisa menyalurkan PUMK. Ia pun berharap ketika PUMK sudah cair dan bisa diakses kepada kelompok maupun koperasi tani, sehingga para kelompok bisa bekerja secara intensif agar mempunyai hasil tani yang berkwalitas, selanjutnya tinggal koperasi tani yang mengakses semua produk para petani.  “Nanti para petani bisa memperpendek siklus pasar, petani berhubungan hanya dengan koperasi tani saja yang langsung memasarkan ke konsumen baik itu hotel, restoran, dan pasar,” tandasnya. (kdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Gianyar Masuk 10 Besar Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik se-Indonesia, Atas Kinerja Inovasi dan Pelayanan Kepada Masyarakat

Kam Apr 25 , 2019
GIANYAR-fajarbali.com | Untuk kali pertama Kabupaten Gianyar menyabet penghargaan bergengsi tingkat nasional dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah terbaik.
BPD BALI